Sampah di Pantai Segara Wilis Ganggu Kenyamanan Wisatawan
Namun sayangnya banyak sampah di pesisir pantai. Hal ini pun sedikit mengganggu kenyamanan kami selama berada di sini,
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Iman Suryanto
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Angin berhembus pelan, menggerakkan rambut Ni Luh Putu Suciartini yang saat itu tengah bermain pasir di pesisir Pantai Segara Wilis, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (8/3/2015). Setelah mereka terlihat beraktifitas di sekitar pantai bersama kedua orangtuanya.
Namun, keceriaan di wajah Suciartini tak berlangsung lama, setelah ia terpeleset dan kakinya tergores ranting pohon yang berserakan di pesisir pantai. Ia pun menangis tersedu-sedu.
Saat itu, Pantai Segara Wilis menjadi tempat rekreasi favorit keluarga di seputaran Gianyar selama mengisi hari libur. Bahkan wisatawan pun hilir mudik di sembari menungguangi.
Tak sedikit warga yang sengaja datang dari daerah jauh, seperti Karangasem hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) hanya untuk mengunjungi pantai ini.
Sebab, kata seorang pengunjung asal Desa Rendang, Karangasem, I Putu Yoga Arinata, di antara banyaknya pantai, hanya pantai ini saja yang sejuk. Sebab terdapat pepohonan perindang.
"Namun sayangnya banyak sampah di pesisir pantai. Hal ini pun sedikit mengganggu kenyamanan kami selama berada di sini," ujarnya lalu menyantap sate languan yang dipesannya.
Sementara itu, seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya, mengatakan sampah sudah ada sejak enam bulan lalu. Dan kondisi pantai diakuinya juga kurang terawatnya, mengingat status pantai yang tidak jelas. Apakah milik Desa Saba atau Desa Pering.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-sampah-di-pantai-segara-wilis.jpg)