Di Pohon Beringin Ini Sering Terlihat Ratusan Tikus Berbaris
Sebuah pohon beringin tua di Bali menjadi kerajaan tikus. Banyak warga sering melihat puluhan hingga ratusan tikus berbaris di situ.
Penulis: Ayu Dessy Wulansari | Editor: mshudaini
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu hal yang menjadi ciri khas Banjar Cengkok, Denpasar, Bali adalah dua pohon beringin besar yang tumbuh di depan Pura Desa.
Konon, pohon beringin ini sudah ada sejak ratusan juta tahun lalu.
Tak hanya itu.
Akar dari dua pohon beringin ini tumbuh dan menyatu, membentuk layaknya gapura sebagai pintu masuk ke Pura Desa.
Secara niskala, keberadaan pohon beringin menyimpan beragam cerita.
Satu di antaranya adalah kerajaan tikus.
Pada suatu malam hari, ada seorang warga yang melihat tikus puluhan berjalan beriringan dan masuk ke pohon beringin.
"Kalau ada orang sekitar sini yang sawahnya rusak karena hama (tikus) biasanya ngaturin banten ke pohon beringin," kata Wayan Sukarja, seorang warga desa.
Selain tikus, ada pula kodok besar dan ular hijau yang menghuni pohon beringin tersebut.
"Sudah banyak ada orang yang melihat bikul mererod mejalan (tikus berbaris). Dulu juga ada warga yang kejatuhan ular. Tidak boleh ngawur kalau di sana," kata Wayan Jendra yang letak rumahnya tak jauh dari pohon beringin.
Tinggi pohon beringin bisa mencapai 8 meter.
Daunnya biasa digunakan saat Ngangget Don Bingin yang merupakan rangkain dari upacara Memukur.
Beberapa warga bersama-sama merentangkan kain putih di bawah pohon dan ada yang memetik daun beringin.
Saat daun beringin terjatuh, warga dengan sigap menangkap daun itu dengan kain putih agar tidak terjatuh ke tanah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/beringin-tikus.jpg)