Berita Bali
Kisah CEO Malika Jiwaji Ubah Trauma Pandemi COVID Jadi Gerakan Merdeka Run 2026 Di Bali
Romphi Marcolla, menyatakan bahwa keterlibatan mereka bertujuan memberikan kemudahan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Chief Executive Officer (CEO) Cellular World, Malika Jiwaji, menceritakan kisah lahirnya Merdeka Run berawal dari kebiasaan sederhana saat pandemi COVID-19 melanda, di mana interaksi fisik antar karyawan sangat terbatas.
Demi menjaga kesehatan dan interaksi, Malika mengajak timnya untuk sekadar berjalan kaki di pinggir pantai hingga melahirkan ajang lari tahunan bertajuk Merdeka Run 2026 yang akan kembali dilaksanakan pada 16 Agustus mendatang.
Mengusung tema "Run As One - Move Together" acara ini bukan sekadar perlombaan lari biasa, melainkan sebuah manifestasi dari perjalanan transformasi gaya hidup sehat yang berawal dari masa sulit pandemi COVID-19.
"Awalnya memang karena Covid-19. Sebelum itu, jujur kami kurang memperhatikan kesehatan. Karena saat pandemi kita tidak bisa bertemu di kantor, kami mulai janjian untuk jalan bareng di pantai supaya tetap bisa berinteraksi," kata Malika dalam konferensi pers di Denpasar, pada Selasa 12 Mei 2026.
Baca juga: KISAH Siswi SMA N 1 Kubu Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Gayatri Harap Bawa Bendera Pusaka!
"Dari sana muncul ide bagaimana kalau kita buat wadah sehat untuk berkumpul antara manajemen, karyawan, keluarga, hingga para suppliers yang selalu mendukung kami, serta masyarakat umum," imbuhnya.
Kebiasaan ini kemudian diseriusi dengan menyewa pelatih profesional hingga akhirnya berdampak nyata pada produktivitas kantor.
"Akhirnya terbentuklah komunitas lari ini. Kami bahkan sampai menyewa pelatih (coach) agar kebiasaan sehat ini benar-benar terbentuk secara profesional," jabar Malika.
"Hasilnya luar biasa, level kesehatan karyawan meningkat dan sekarang jarang sekali ada yang sakit di kantor karena kami lebih sering bergerak," kata dia.
Merdeka Run 2026 bakal menempuh rute sejauh 5 KM di seputaran dalam kota dengan target peserta yang dibatasi sebanyak 600 orang guna menjaga kenyamanan fasilitas dan keamanan jalur.
Untuk pertama kalinya, panitia juga menerapkan penggunaan timing chip agar setiap peserta dapat memantau catatan waktu lari mereka secara akurat.
Dengan harga tiket mulai dari Rp 199.000 untuk komunitas hingga harga reguler Rp 299.000, pihaknya berharap gerakan ini dapat mempererat hubungan antar masyarakat dan menginspirasi lebih banyak orang.
Bahkan CCO (Chief Communication Officer) Cellular World, Ni Wayan Yuliani yang semula memiliki gangguan sesak napas kini mampu menyelesaikan lari jarak 21K.
Semangat inilah yang ingin ia tularkan kepada masyarakat luas melalui Merdeka Run edisi ketiga ini.
Senada dengan visi tersebut, CCO Cellular World, Ni Wayan Yuliani, menekankan bahwa ajang tahun ini merupakan penyatuan antara olahraga, komunitas, dan teknologi.
Ia melihat bahwa teknologi memiliki peran krusial dalam mendukung gaya hidup sehat masyarakat masa kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kisah-CEO-Malika-Jiwaji-Ubah-Trauma-Pandemi-COVID-Jadi-Gerakan-Merdeka-Run-2026-Di-Bali.jpg)