Suara Mayadenawa Menggema di Sepanjang Sungai Petanu
Bhatara Indra memenggal kepala Mayadenawa dan darahnya muncrat ke sungai.Karena kesaktiannya, walau jasadnya telah mati,namun suaranya masih terdengar
Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Secara etimologis, peta artinya suara dan nu artinya masih. Karena itu sampai saat ini sungai tersebut dikenal dengan nama sungai Petanu.
Hulu sungai Petanu disebut tanah pegat (tanah putus). Sebab, saat mengejar Mayadenawa, Bhatara Indra sempat melepaskan panahnya. Namun meleset dan menancap di tanah.
Tancapan panah Bhatara Indra tersebutlah yang dinamakan tanah pegat. Hingga sekarang di sana masih terdapat situsnya.
Selama 1.000 tahun lamanya, setiap petani yang akan memanen padi di sawah yang sumber airnya berasal dari Sungai Petanu, potongan padi mengeluarkan cairan berwarna merah yang diyaniki masyarakat sebagai darah Mayadenawa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sungai-petanu2.jpg)