Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Suara Mayadenawa Menggema di Sepanjang Sungai Petanu

Bhatara Indra memenggal kepala Mayadenawa dan darahnya muncrat ke sungai.Karena kesaktiannya, walau jasadnya telah mati,namun suaranya masih terdengar

Tayang:
Tribun Bali
Seseorang berdiri di pinggir Sungai Petanu, Gianyar, Bali 

Secara etimologis, peta artinya suara dan nu artinya masih. Karena itu sampai saat ini sungai tersebut dikenal dengan nama sungai Petanu.

Hulu sungai Petanu disebut tanah pegat (tanah putus). Sebab, saat mengejar Mayadenawa, Bhatara Indra sempat melepaskan panahnya. Namun meleset dan menancap di tanah.

Tancapan panah Bhatara Indra tersebutlah yang dinamakan tanah pegat. Hingga sekarang di sana masih terdapat situsnya.

Selama 1.000 tahun lamanya, setiap petani yang akan memanen padi di sawah yang sumber airnya berasal dari Sungai Petanu, potongan padi mengeluarkan cairan berwarna merah yang diyaniki masyarakat sebagai darah Mayadenawa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved