Eksekusi Mati Terpidana di Bali

Andrew `Bali Nine` Lamar Feby di Penjara

Andrew dan Feby memulai hubungan serius pada awal 2014. Feby kemudian secara rutin mengunjungi Andrew dan mereka berangan-angan tentang pembebasan

Andrew `Bali Nine` Lamar Feby di Penjara
daily mail
Cincin di jari manis Feby menjadi penanda pertunangannya dengan Andrew Chan 

TRIBUN-BALI.COM, CILACAP - Dua terpidana mati `Bali Nine`, Myuran Sukumaran (33) dan Andrew Chan (31), kembali dijenguk oleh orang-orang terdekatnya di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Besi, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (11/3/2015).

Selain ibunda Andrew (Helen Chan), dalam kunjungan itu terlihat pula Febyanti Herewila dan Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Bali, Majell Hind. 

Siapa Febyanti?

Terungkap bahwa Andrew ternyata sudah melamar Feby di penjara, dan Feby menerima lamaran itu. Cincin di jari manis sebelah kiri Feby menjadi pertanda pertunangan mereka. Kemarin merupakan pertemuan pertama Andrew dengan Feby sejak Adrew dipindahkan ke Lapas Besi Nusakambangan dari Lapas Kerobokan Bali pada 4 Maret lalu.

Andrew (31) melamar Febyanti apakah bersedia menjadi istrinya pada Februari 2015 lalu saat Andrew masih menghuni Lapas Kerobokan Bali.

Menurut Daily Mail, lamaran yang diajukan di depan ayah dan ibu Andrew, yaitu Ken dan Helen Chan, langsung diterima oleh Feby yang pada saat itu bersama-sama mereka menjenguk Andrew di Lapas Kerobokan. Jawaban Febyanti membuat pihak keluarga Andrew terharu lantaran gadis asal Yogyakarta itu jelas tahu bahwa Andrew segera menghadapi eksekusi mati akibat kasus penyelundupan narkotika kelas berat.

Disebutkan, Feby bertemu Andrew di Lapas Kerobokan pada suatu waktu di tahun 2012 lewat seorang teman. Kala itu, Feby sedang mengunjungi Lapas untuk menjalankan sejumlah program di Lapas dalam perannya sebagai penginjil. Sejak dipenjara pada tahun 2005, Andrew sendiri serius belajar teologi karena suatu saat ingin menjadi pendeta kristiani. 

Andrew dan Feby memulai hubungan serius mereka pada awal 2014. Feby kemudian secara rutin mengunjungi Andrew sejak itu. Dalam kesempatan bertemu, mereka berdua senantiasa berangan-angan tentang pembebasan Andrew, bahkan juga sempat berbicara tentang memiliki anak pada suatu hari nanti

Berbicara kepada The Daily Telegraph, Febyanti mengaku ia benar-benar mencintai Andrew. Oleh karena itu, ia menerima lamaran Andrew kendati mengetahui bagaimana nasib Andrew.

“Saya mencintai dia apa adanya. Dan saya melihat sendiri apa yang dia (Andrew) kerjakan untuk orang lain di dalam penjara. Itu yang membuatku makin mencintainya,” kata Febyanti.

“Jika anda bertanya mengapa saya benar-benar mencintainya, itu karena ia memiliki kelemahan tetapi sekaligus punya banyak hal baik. Saya terima dia seperti apa adanya. Saya juga bangga dengan dia,” tutur Febyanti.

Pada perayaan Hari Valentine 14 Februari 2015 lalu, Andrew memberi Feby bunga mawar merah dan sebuah boneka Tedy Bear. Suatu kali saat Feby menjenguk Andrew di Kerobokan, mereka sempat membahas tentang cita-cita untuk suatu hari nanti membuat sebuah pusat penampungan bagi anak-anak terlantar.

Saat momen lamaran, Andrew duduk bersama Feby, makan kue bersama dan merayakannya dengan berdoa bersama bagi pembebasan Andrew. (*) 

Penulis: Sunarko
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved