Bali Island Cup 2015

Persiram Fokus Benahi Lini Belakang Saat Hadapi PBR

im Persiram Raja Ampat bakal bersua Pelita Bandung Raya (PBR) pada laga kedua turnamen Bali Island Cup (BIC) 2015, Sabtu (13/3/2015).

Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Uploader bali
Tribun Bali
Persiram vs Pelita Bandung Raya (PBR) 

TRIBUN.BALI.COM, MANGUPURA - Tim Persiram Raja Ampat bakal bersua Pelita Bandung Raya (PBR) pada laga kedua turnamen Bali Island Cup (BIC) 2015, Sabtu (13/3/2015).

Edward Tjong, pelatih Persiram sejak awal mengaku tak pasang target muluk-muluk di turnamen ini. (BACA JUGA: Bali United Pusam dan Bali Island Cup 2015)

Termasuk saat melakoni laga kedua melawan PBR nanti sore. Menurutnya, ajang BIC ini merupakan ajang memperbaiki koordinasi tim sebelum di turnamen sebenarnya Indonesia Super Liga (ISL) 2015 nanti.

“Apapun hasilnya, saya tak mempermasalahkan itu. Yang terpenting bagaimana memperbaiki koordinasi tim,” kata Tjong, Jumat (13/3/2015).

Laga perdana melawan Bali United kemarin menurutnya menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya.

Tjong menilai jika koordinasi tim secara keseluruhan sudah mulai ada perbaikan.

Namun ia tidak bisa memungkiri kalau koordinasi di lini belakang Laskar Dewa Laut sebutan tim Persiram Raja Ampat banyak menyisakan celah.

Kekurangan itu menurutnya yang akan menjadi fokus utama saat laga melawan PBR nanti.

"Setiap laga harus ada perbaikan dari pertandingan sebelumnya. Lawan PBR, saya akan fokus membenahi koordinasi di lini belakang,” ujar Tjong.

Dejan Antonic, pelatih PBR tetap yakin kalau anak asuhnya bisa memberikan perlawanan ketat saat bersua Persiram nanti.

Ada catatan khusus baginya yang kemudian akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi Persiram nanti.

Pressing ketat yang dilakukan anak asuhnya saat bertemu Arema Cronus kemarin menurutnya mulai kendor di menit 65 ke atas.

Hal tersebut tak lepas dari stamina pemain yang sudah menurun.

“Kami punya catatan penting pada kondisi fisik pemain. Saya akan membenahi itu sebelum laga melawan Persiram nanti,” kata Dejan.

Dejan juga memberi catatan tim lawan, Persiram. Menurutnya, pemain Persiram tampil keras saat melawan Bali United.

Beberapa pemain Persiram terkesan agak berlebihan saat memprotes keputusan wasit.

Khusus mengantisipasi permainan keras tim lawan, ia meminta agar para pemainnya tidak cepat terpancing emosi dan tetap bermain sportif.

“Bagi saya, sportifitas itu masih di atas segala-galanya dalam sepakbola,” pungkas Dejan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved