Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Purwanto Refleksi HUT Mitra Devata: Menjaga Warisan, Mencetak Pelatih, dan Mimpi Membangun Diklat

Mitra Devata rupanya tidak sembarangan dalam merangkul anggota baru, termasuk para pemain profesional yang baru pensiun. 

Istimewa
Pendiri sekaligus Koordinator Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso. Purwanto Refleksi HUT Mitra Devata: Menjaga Warisan, Mencetak Pelatih, dan Mimpi Membangun Diklat 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komunitas sepak bola legendaris Bali, Mitra Devata, resmi menginjak usia ke-11 tahun. 

Lebih dari sekadar wadah berkumpulnya para mantan pemain profesional, komunitas ini telah bertransformasi menjadi kawah candradimuka bagi para pelatih lokal di Pulau Dewata.

Dalam sesi wawancara khusus menyambut hari jadi ke-11, pendiri sekaligus Koordinator Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso, membedah perjalanan panjang, filosofi keharmonisan, hingga visi besar komunitas ini ke depan.

Memasuki usia satu dekade lebih satu tahun, Pur sapaan karibnya, mengungkapkan kebanggaan terbesarnya bukan lagi soal kemenangan di lapangan, melainkan kualitas sumber daya manusia di dalam Mitra Devata.

Baca juga: RAHASIA Mitra Devata Legend Tetap Solid dalam Dunia Sepak Bola

"Pencapaian yang paling membanggakan adalah hampir 98 persen anggota Mitra Devata kini memiliki Sertifikat Pelatih Sepak Bola level Nasional, mulai dari Lisensi D hingga A," ujar Purwanto kepada Tribun Bali, pada Jumat 23 Januari 2026.

Keberhasilan ini terbukti nyata di lapangan. Salah satu anggota, Wayan Sukadana, yang memegang Lisensi A, sukses membawa Tornado FC naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2.

Purwanto menambahkan bahwa kini anggota Mitra Devata menjadi incaran banyak klub yang menginginkan bimbingan teknis profesional. Purwanto sendiri telah mengantongi Lisensi C Nasional (PSSI-AFC).

Tahun ini, Mitra Devata mengusung tema "Berdiri Tegak dan Berjaya Selamanya". 

Tema ini merefleksikan ketangguhan komunitas dalam menghadapi dinamika sepak bola dan komitmen untuk terus eksis memberikan kontribusi bagi dunia si kulit bundar di Bali.

Meski berisi deretan mantan pemain bintang, Mitra Devata rupanya tidak sembarangan dalam merangkul anggota baru, termasuk para pemain profesional yang baru pensiun. 

Purwanto menegaskan bahwa mereka tidak ambisius mengejar kuantitas.

"Kami melihat karakter dan tingkah laku terlebih dahulu. Sesuai pesan almarhum Made Sonny Kawiarda, kami harus menerima pemain yang bagus karakter dan etikanya. Jika tidak, komunitas ini akan pecah dari dalam," tegasnya.

Hal ini terbukti dari ketatnya seleksi pemain asing. Dari sekian banyak yang berminat, hanya empat nama besar yang dinilai memenuhi kriteria etika dan cara bermain yang benar, yakni Gustavo Chena, Anderson Da Silva, Javier Roca, dan Oscar Aravena.

Menyatukan pemain dari berbagai era selama 11 tahun bukanlah perkara mudah. 

Kunci kekuatan Mitra Devata terletak pada rasa kekeluargaan yang inklusif, tidak hanya bagi pemain tetapi juga keluarga mereka.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved