Berita Bali
Purwanto Refleksi HUT Mitra Devata: Menjaga Warisan, Mencetak Pelatih, dan Mimpi Membangun Diklat
Mitra Devata rupanya tidak sembarangan dalam merangkul anggota baru, termasuk para pemain profesional yang baru pensiun.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Kami merangkul semua anggota dan para istri (ibu-ibu). Di sini semua punya tanggung jawab yang sama, tanpa membedakan siapa yang mantan pemain top atau bukan. Kami adalah Keluarga Besar Legend Mitra Devata yang harus menjaga nama baik agar bisa menjadi panutan," ungkap Purwanto.
Tak puas hanya dengan tur pertandingan persahabatan, Purwanto menyimpan satu impian besar untuk sepak bola Bali yakni mendirikan mendirikan Diklat Mitra Devata.
"Setiap kami tanding keliling Bali, kami melihat banyak sekali bakat bagus. Seandainya kami memiliki Diklat, bukan tidak mungkin Mitra Devata akan menjadi penyumbang utama pemain berbakat yang andal bagi sepak bola nasional," paparnya.
Rangkaian acara HUT ke-11 tahun ini digelar secara sederhana di tengah kesibukan para anggota yang kini banyak melatih di luar kota. Acara diisi dengan sambutan, prosesi tiup lilin, dan ramah-tamah.
"Acara dibuat sederhana, namun yang terpenting adalah maknanya tetap terjaga sesuai dengan garis perjuangan yang telah diletakkan oleh almarhum Made Sonny Kawiarda," pungkas Purwanto.
Dengan semangat "Berdiri Tegak", Mitra Devata kini menatap masa depan sebagai pilar penting dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola, khususnya di wilayah Bali. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Purwanto-Refleksi-HUT-Mitra-Devata-Menjaga-Warisan-Mencetak-Pelatih.jpg)