Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Smart Women

Inilah Yanthi yang Fokus Untuk Bali, Perempuan dan Anak

Sebagai perempuan Bali, Fanina Yulianthi MCom MPA, ingin membangun dan memajukan tanah kelahirannya.

Penulis: Ni Ketut Sudiani | Editor: Uploader bali
Tribun Bali
Fanina Yulianthi, MCom, MPA. 

TRIBUN-BALI.OCM, DENPASAR – Sebagai perempuan Bali, Fanina Yulianthi MCom MPA, ingin membangun dan memajukan tanah kelahirannya.

Dia berinovasi dengan Niki Diagnostic Center (NDC) di Jalan Gatsu II No 5, Denpasar, Bali, setelah pulang dari Australia.

Melalui NDC yang fokus pada kesehatan perempuan dan anak itu, dia membuka lapangan pekerjaan, sekaligus terus memberikan pelatihan dan pengembangan diri.

Selain fokus pemeriksaan, juga ada mikrobiologi, kesehatan masyarakat seperti pemeriksaan air dan makanan. Ada pula yang baru, yakni patologi anatomi.

Hanya saja mengingat banyaknya pusat kesehatan di Bali, perempuan yang biasa disapa Yanthi ini dengan sadar ingin membuat sesuatu yang berbeda, yaitu lebih memfokuskan usahanya pada kesehatan perempuan dan anak.

Kesehatan perempuan yang ditangani NDC meliputi pemeriksaan perempuan sejak sebelum menikah, memasuki kehamilan, hingga memiliki anak, dan seterusnya.

“Di sinilah karakter usaha kami. Saya ingin konsisten di sini,” ujar Yanthi, yang sempat 10 tahun menetap di Australia.

Yanthi mengambil alih NDC pada 2011, dengan mengusung spirit yang sesuai logo perusahaan. Bentuk logo itu menyerupai siluet wajah seorang perempuan, yang dilambangkan dengan daun menjadi sesuatu elegan, dan mewakili sisi empati tinggi.

Dengan kemampuan manajemen, jejaring luas, dan kepiawaian dalam keuangan, lulusan master Professional Accounting Universitas Victoria, Australia ini yakin mampu membuat NDC semakin maju.

Dia tidak ragu, walaupun tidak memiliki latar belakang ilmu kesehatan.

“Dulu di Rumah Sakit Kertha Usada, saya juga bantu di cooperate finance, background saya akunting. Nah, bagaimana saat itu dari manajemen keluarga, saya coba tata ulang menjadi lebih profesional,” ujarnya kepada Tribun Bali di kediamannya di Renon, belum lama ini. 

Menurutnya, memimpin usaha kesehatan, tidak harus memahami semua hal. Secara teknis, masing-masing orang telah memiliki peran dan tugasnya masing-masing.

Setiap bagian juga memiliki tim ahli tersendiri. Dia yang berperan sebagai nakhoda.

“Manajemen dan strukturnya sudah pasti. Kita tidak bisa kerja sendiri. Tugas saya, ya akan dibawa ke mana perusahaan ini, bagaimana visi dan misinya,” ujar perempuan yang pernah mendapat penghargaan Inspirational Alumni Award dari Kedutaan Besar Australia ini.

Menurut perempuan kelahiran Singaraja 15 Juli 1979 ini, seorang pengusaha juga harus berpikir, bagaimana menguatkan sumber daya manusia yang dipimpinnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Tags
Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved