Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Island Cup 2015

Pelatih Arema Cronus Sebut Timnya Seperti Gelora Dewata

Serasa bernostalgia. Bermain di Bali dan menukangi klub yang bermaterikan pemain bagus. Arema saat ini seperti Gelora Dewata pada masa lalu

Penulis: Muhammad Qomarudin | Editor: Kambali
Tribun Bali
Striker Arema Cronus Samsul Arif saat laga pertandingan Arema Cronus melawan Persiram Raja Ampat pada laga pamungkas Bali Island Cup 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, Senin (16/03/2105). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gol Cristian Gonzales ke gawang Persiram Raja Ampat di ujung babak kedua memastikan Arema Cronus sebagai juara pada turnamen Bali Island Cup (BIC) 2015. Gonzales menyumbang satu gol kemenangan Arema atas Persiram Raja Ampat di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, Senin (16/03/2015) dengan skor 2-0. Gol pertama Arema disumbangkan Samsul Arif melalui titik putih di paruh babak kedua.

Suharno, pelatih Arema Cronus memaknai keberhasilan timnya meraih juara BIC 2015 sebagai buah hasil kerja keras tim. Gelar juara BIC 2015 sekaligus menjadi gelar keempat bagi Singo Edan pada kompetisi pra musim tahun ini. Namun Suharno kembali menegaskan kepada anak asuhnya agar tidak berlebihan mengartikan gelar juara kali ini. Karena kompetisi yang sebenarnya masih ada di depan mata.

"Ini hadiah jeri payah pemain selama ini. Tapi gelar juara kali ini jangan sampai dimaknai secara berlebihan, karena kompetisi sebenarnya tentu saja ISL nanti,” ujar mantan Pelatih Gelora Dewata ini.

Raihan juara BIC 2015 ini juga menggugah ingatan Suharno pada masa lalu. Tepatnya di mana ia menangani Gelora Dewata. Situasinya menurutnya hampir sama, namun dengan tim yang berbeda. Suharno menilai saat ini ia merasa mengulang masa lalu, menangani tim yang bermaterikan pemain bagus dan bermain di Bali.

"Serasa bernostalgia. Bermain di Bali dan menukangi klub yang bermaterikan pemain bagus. Arema saat ini seperti Gelora Dewata pada masa lalu,” ungkap Suharno.

Ia juga mengomentari jalannya pertandingan kemarin. Ia mengakui kalau timnya sempat kewalahan di babak pertama. Permainan Arema di babak petama tidak berkembang dan cenderung monoton. Hal tersebut akhirnya bisa dipecahkan setelah dirinya memasukkan enam pemain sekaligus di awal babak pertama. “Kami mempelajari tim lawan di babak pertama. Babak kedua baru kami menggebrak,” ujar Suharno. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved