Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Super League

Mihail Beber Biang Keladi Kekalahan PSBS dari BU, Tim Badai Pasifik Hancur Lebur di Stadion Dipta

Kekalahan memalukan ini semakin membenamkan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut di zona merah klasemen sementara.

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
JALANNYA LAGA – Pertandingan antara Bali United vs PSBS Biak berakhir dengan skor 6-1 di Stadion Dipta, Gianyar, Senin (6/4). 

TRIBUN-BALI.COM PSBS Biak terpaksa menelan pil pahit setelah digulung Bali United dengan skor telak 6-1 dalam lanjutan Pekan ke 26 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Senin 6 April 2026 malam. 

Kekalahan memalukan ini semakin membenamkan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut di zona merah klasemen sementara.

Pertandingan sebenarnya sempat berjalan sengit di awal babak pertama. PSBS Biak sempat memberikan harapan setelah Mohcine Hassan Nader membuka keran gol di menit ke-30. 

Sayangnya, momentum tersebut sirna seketika ketika Teppei Yachida membawa tuan rumah kembali unggul di menit ke-36, disusul gol Joao Vitor Ferrari Silva pada menit ke-40 yang menutup babak pertama dengan skor 2-1. 

Baca juga: 7 TITIK Koperasi Merah Putih Sudah 100 Persen, Jembrana Target Tercepat & Terdepan Program KDKMP

Baca juga: JR Terancam 20 Tahun Penjara, Ngaku Disuruh Bos Kirim 10 Gram Paket Sabu

Memasuki babak kedua, Bali United semakin menggila dengan tambahan gol dari Joao Vitor di menit 48, Diego Campos menit 63, dan ditutup oleh gol pemain pengganti Boris Kopitovic pada masa injury time 90+2.

Usai laga, pelatih kepala PSBS Biak, Marian Mihail, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya dan secara terbuka mengakui bahwa hancurnya performa timnya disebabkan oleh faktor non-teknis yang krusial. 

Mihail mengungkapkan bahwa persiapan tim selama jeda liga terganggu oleh masalah internal yang sangat serius. 

"Dari rencana satu bulan persiapan yang kami susun, kami hanya efektif berlatih selama sepuluh hari saja. Ada beberapa masalah internal, kami tidak bisa menjalankan program latihan sesuai rencana," ungkap pelatih asal Rumania tersebut. 

Menurutnya, kegagalan di Dipta adalah cerminan dari minimnya dedikasi dan persiapan yang matang di level profesional.

Lebih lanjut, Mihail menyoroti hilangnya identitas dan mentalitas bertarung anak asuhnya, terutama saat tertinggal di babak kedua. 

Ia merasa beberapa pemain seolah kehilangan motivasi dan menyerah sebelum laga berakhir. 

"Sepak bola adalah tentang persiapan harian dan ambisi di setiap pertandingan resmi. Ketika situasi sulit, pemain harus bermain dengan hati dan pengorbanan," kata dia. 

"Namun hari ini hal itu tidak terlihat. Kami kehilangan konsentrasi dan membiarkan lawan mendominasi segala aspek," tegas Mihail. 

Senada dengan sang pelatih, pemain PSBS Biak, Yano Putra, mengakui bahwa timnya saat ini sedang berada dalam situasi yang sangat sulit. 

Ia menekankan bahwa faktor mental dan kegagalan mencuri poin di laga ini menjadi pukulan telak bagi perjuangan tim keluar dari zona degradasi. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved