Nyepi di Bali
Lokasi Lomba Ogoh-ogoh di Simpang Enam Diramaikan Pedagang
Padatnya penonton di Simpang Enam ini juga dimanfaatkan oleh pedagang makanan maupun minuman.
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu diantara tempat lomba ogoh-ogoh di Kota Denpasar yakni di Simpang Enam Denpasar, Bali, sudah mulai dipadati penjual makanan, mainan, dan jasa hiburan anak seperti odong-odong.
Lomba ogoh-ogoh yang rencananya dilaksanakan sore menjelang petang ini juga sudah dipersiapkan panggung panitia seleksi dan jalur arak-arakan ogoh-ogoh.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, lomba ogoh-ogoh memang diminati oleh warga asli Bali, warga pendatang di Bali dan juga wisatawan mancanegara. Alhasil, padatnya penonton di Simpang Enam ini juga dimanfaatkan oleh pedagang makanan maupun minuman.
Menurut Suwardi (36) warga Lombok Nusa Tenggara Barat, saat prosesi lomba ogoh-ogoh biasanya, laki-laki yang sudah 12 tahun merantau di Bali ini bisa mendapatkan uang Rp 300 ribu semalam. Padahal, ayah dua anak yang menyewakan odong-odong ini hanya duduk dan mencari tempat sepi yang tidak jauh dari panggung juri.
"Kalau biasanya tahun-tahun lalu saya dapat Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu. Semoga malam nanti bisa lebih, sewanya per 15-20 menit. Biaya sewanya ya tergantung berapa lama anak-anak ini naik. Tapi antara Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu," jelasnya kepada Tribun Bali.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pedagang-di-lokasi-lomba-ogoh-ogoh-di-simpang-enam.jpg)