Nyepi di Bali
Warga Padati Parade Ogoh-ogoh Desa Adat Mengwi
Dewi Danu berubah menjadi Dewi penghancur setelah murka saat melihat tingkah manusia yang tak menghiraukan alam sekitarnya
Laporan Wartawan Tribun Bali A.A Putu Santiasa Putra
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Titik nol Kabupaten Badung yang terletak di perempatan Catus Pata, Mengwi terpantau padat oleh penonton yang ingin menyaksikan atraksi Ogoh-ogoh Desa Adat Mengwi, pada pukul 20.00 Wita, Jumat (20/3/2015).
Salah satu penampilan Sekaa Teruna Teruni Dharma Kumbara, Banjar Delod Bale Agung Mengwi adalah mengusung tema kelestarian alam dengan mengambil tokoh Dewi Danu, yang merupakan penjaga Gunung Batur saktinya Dewa Wisnu.
Sebagaimana diceritakan, Dewi Danu berubah menjadi Dewi penghancur setelah murka saat melihat tingkah manusia yang tak menghiraukan alam sekitarnya.
Seorang penari keluar dari panggung mini bersama kepulan asap putih, kemudia berlari hingga menggeram, sambil mengspresikan kemurkaan di wajahnya.
Penabuh gambelan Baleganjur dengan semangat membara memukul gamelan. Mereka (penabuh) bertelanjang dada, bermahkota daun, sambil menari mengikuti irama gamelan.
"Parade kali ini sungguh bagus, banyak yang membawa kreasi-kreasi baru. Sayang tempat untuk atraksi menjadi sempit, karena penonton membludak ingin menonton paling depan" kaya I Wayan Adi penonton asal Banjar Den Kayu, Mengwi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/parade-ogoh-ogoh-232.jpg)