BERITAFOTO: Aksi Masyarakat Desa Pekraman Tegal Tugu Gianyar
Suara itu terus bertalu, mengisyaratkan betapa besar semangat penolakan rencana pembangunan proyek jembatan Tukad Sangsang
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Iman Suryanto
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Darmendra
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dengan posisi tangan kiri mengepal ke udara, pekikan secara bergantian bergema, "Save Tegal Tugu". Massa pun bergerak dari Pura Subak Batur Sari menuju kantor Perbekel.
Suara itu terus bertalu, mengisyaratkan betapa besar semangat penolakan rencana pembangunan proyek jembatan Tukad Sangsang dan alih fungsi lahan di Desa Pekraman Tegal Tugu Gianyar.
"Kami menuntut pertanggungjawaban Perbekel dan jajarannya atas keluarnya izin proyek jembatan dan alih fungsi lahan," kata Forum Masyarakat Peduli Tegal Tugu melontarkan kata-katanya.

Suara angklung yang diputar dari sejumlah ponsel seakan menjadi backsound aksi tersebut. Akumulasi kekesalan masyarakat pun ditunjukkan dengan sebuah aksi demonstrasi yang disampaikan, Minggu (29/3) pagi kemarin.

"Yang lain tunggu dengan tertib, hanya ada sepuluh orang yang bileh masuk ke Kantor Perbekel sebagai perwakilan," kata Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Oka memberikan arahan kepada massa aksi.
Permintaan itu disanggupi. Sepuluh perwakilan akhirnya masuk. Di depan ruang pertemuan, Ibu Perbekel sudah menyambut. "Om Swastyastu," sapa Perbekel Tagal Tugu, Ni Ketut Suriani kepada perwakilan warga dengan senyum.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aksi-unjuk-rasa-warga-di-desa-pekraman-tegal-tugu-gianyar.jpg)