Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan dan Kisah Kala Rau di Bali
Sisa penggalan berupa potongan tubuh tanpa kepala tersebut jatuh ke Bumi, dan menjadi lesung. Kala Rau yang sejak dulu jatuh hati dengan Dewi Ratih
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengamat astronomi dari BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, I Putu Dedy Pratama menuturkan, gerhana bulan di Bali sering dikaitkan dengan kisah Kala Rau.
Kala Rau merupakan sosok raksasa yang abadi karena ikut meminum tirta amerta (air keabadian) saat menyamar menjadi dewa dalam pembagian tirta amerta (air suci kehidupan/keabadian).
“Saat Kala Rau meminum tirta amerta, Dewa Wisnu mengetahui penyamarannya. Karena tirta amerta sudah mencapai tenggorokan Kala Rau, maka Dewa Wisnu melepaskan panahnya yang menyebabkan kepala Kala Rau putus lalu melayang di angkasa,” tutur pengamat astronomi dari BMKG Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar itu.
Sisa penggalan berupa potongan tubuh tanpa kepala tersebut jatuh ke Bumi, dan menjadi lesung. Kala Rau yang sejak dulu jatuh hati dengan Dewi Ratih (Dewi Bulan) tetap mencarinya. (Baca Juga Berita Terkait : Langka, 12 Menit Bulan Merah Darah di Atas Bali Mulai Pukul 18.17 Wita)
Maka pada suatu waktu di saat sang dewi berjalan-jalan di angkasa, Kala Rau mencoba mendekapnya dengan menelannya. Namun, karena Kala Rau hanya berupa kepala saja, maka Dewi Ratih segera lepas dari dekapannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-gerhana-bulan-total_20150403_183438.jpg)