Gerhana Bulan Total
Langka, 12 Menit Bulan Merah Darah di Atas Bali Mulai Pukul 18.17 Wita
Jangan sampai lewatkan pada hari ini Pukul 19.54-20.00 Wita Bulan Merah Darah di Atas Bali. Diprediksi baru akan berulang minimal 7 tahun mendatang
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah fenomena alam yang tergolong langka akan terjadi pada Sabtu (3/4/2015) hari ini, yaitu gerhana bulan total. Gerhana bulan total itu akan bisa dilihat di seluruh Indonesia.
Di Bali dan wilayah Indonesia bagian tengah (Wita) lainnya, gerhana sudah bisa dilihat pada pukul 18.17 Wita kendati masih parsial atau sebagian.
Pada puncak gerhana bulan total yang rentetan berikutnya diprediksi baru akan berulang minimal 7 tahun mendatang itu, Bulan akan terlihat berwarna merah darah atau diistilahkan Blood Moon. (Baca Juga Berita Terkait : Ini Lokasi untuk Bisa Melihat Gerhana Bulan Total Nanti Malam di Bali)
Menurut pengamat astronomi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Sanglah, Denpasar, I Putu Dedy Pratama, di wilayah Bali, puncak gerhana bulan total akan terjadi selama sekitar 12 menit.
Mulainya pukul 19.54 Wita dan berlangsung hingga 20.06 Wita. Gerhana akan berakhir secara keseluruhan pada pukul 23.01 Wita.
“Ini peristiwa yang cukup langka. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan 12 menit untuk melihat gerhana bulan total yang sempurna di langit Pulau Bali,” kata Dedy Pratama kepada Tribun Bali, Jumat (3/4/2015).
Dikatakan Dedy Pratama, untuk wilayah Bali, gerhana bulan sebetulnya sudah terlihat pada Sabtu (4/4) pukul 18.17 Wita saat Bulan mulai muncul. Namun, saat itu masih disebut sebagai gerhana bulan sebagian atau parsial. “Puncak gerhana bulan total pada pukul 19.54 hingga 20.06 Wita,” jelas Dedy Pratama.
Dijelaskan oleh Dedy Pratama, fenomena gerhana total yang akan terjadi pada hari ini tergolong cukup langka, karena gerhana bulan total hari ini merupakan bagian dari rentetan tiga gerhana bulan total sebelumnya.
Gerhana bulan total pertama telah terjadi pada 15 April 2014, dan kedua pada 8 Oktober 2014 lalu, kemudian yang akan terjadi hari ini, serta terakhir gerhana bulan total pada 28 September 2015 nanti. Karena berurutan empat itu, para astronom menyebutnya sebagai Gerhana Bulan Tetrad. (Baca Juga Berita Terkait : Wow, Ada Acara Nonton Bareng Gerhana Bulan Total Memakai Teleskop)
Dalam seribu tahun untuk millennium ketiga (tahun 2000) hanya terjadi 32 kali Gerhana Bulan Tetrad. Gerhana pertama di millennium ini terjadi pada 11 tahun yang lalu yaitu pada 16 Mei 2003 dan 9 November 2003, serta 4 Mei 2004 dan 28 Oktober 2004.
“Jarak antar seri Gerhana Bulan Tetrad bisa dalam rentang 7 tahun, 11, 18, 22 tahun, hingga 311 dan 293 tahun,” kata Dedy Pratama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-gerhana-bulan-total_20150403_183438.jpg)