Manusia Silver di Bali
Asal-usul Manusia Silver, Bukan Berasal dari Bali, Kian Meresahkan hingga Bawa Sajam
Fenomena “manusia silver” di Bali kembali menjadi sorotan setelah dua peristiwa berbeda terjadi hampir bersamaan pada Mei 2026.
TRIBUN-BALI.COM - Fenomena “manusia silver” di Bali kembali menjadi sorotan setelah dua peristiwa berbeda terjadi hampir bersamaan pada Mei 2026.
Di satu sisi, aksi seorang manusia silver di kawasan Kuta berujung kriminal karena menodong pengguna jalan dengan pisau.
Di sisi lain, kemunculan manusia silver di Klungkung juga memicu keluhan masyarakat karena dianggap mengganggu ketertiban umum.
Di Kuta, Badung, seorang pria bernama Andra Winata (26), asal Batujajar, Bandung, diamankan polisi setelah video dirinya menodong pengendara viral di media sosial.
Baca juga: Ganggu Ketertiban dan Kenyamanan, Warga Keluhkan Manusia Silver di By Pass Ida Bagus Mantra Bali
Peristiwa itu terjadi di traffic light simpang Jalan Imam Bonjol dan Sunset Road pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Saat lampu merah menyala, pelaku mendatangi pengendara sambil meminta uang dengan menodongkan pisau.
Korban yang ketakutan merekam kejadian tersebut hingga akhirnya video menyebar luas di Instagram.
Berdasarkan rekaman video dan hasil penyelidikan CCTV, Tim Reskrim Polsek Kuta berhasil menangkap pelaku pada Minggu dini hari.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti ember merah tempat uang hasil mengamen, pakaian yang digunakan saat beraksi, dan cairan cat silver.
Baca juga: Januari 2026, Satpol PP Denpasar Bali Tangani 50 Gepeng, Manusia Silver hingga ODGJ
Dari pengakuannya, Andra mengaku sengaja menggunakan ancaman agar pengguna jalan mau memberikan uang.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, SH., MH., menekankan bahwa tindakan tegas ini diambil untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan di Bali, khususnya di kawasan wisata Kuta.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Kuta guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
"Akibat perbuatan pelaku, korban mengaku mengalami trauma dan merasa was-was setiap kali berkendara di jalan raya," pungkasnya.
Sementara itu di Klungkung, warga mengeluhkan maraknya manusia silver dan pengamen di kawasan By Pass Ida Bagus Mantra, terutama di simpang Negari dan simpang Tiing Adi.
Warga menilai aktivitas mereka mengganggu kenyamanan pengguna jalan karena beroperasi di tengah lalu lintas padat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Manusia-silver-di-Klungkung-dan-Kuta-563.jpg)