Gerhana Bulan Total
Ini Lokasi untuk Bisa Melihat Gerhana Bulan Total Nanti Malam di Bali
Puncak gerhana bulan total antara pukul 19.54 - 20.06 Wita berpotensi terlihat dengan sempurna di seluruh wilayah Bali kecuali di pusat kota, seperti
Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Secara umum bisa dijelaskan bahwa gerhana bulan terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh Bumi.
Jika posisi ketiganya sejajar, dan Bulan masuk di dalam bayang-bayang inti (umbra) Bumi, maka Bulan akan gelap kalau dilihat dari Bumi. Itulah yang disebut gerhana bulan total.
Mengapa disebut “Bulan Merah Darah” atau Blood Moon?
Kendati terjadi gerhana bulan total (yang semestinya Bulan terlihat gelap total), namun seringkali Bulan ternyata masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer Bumi. (Baca Juga Berita Terkait : Langka, 12 Menit Bulan Merah Darah di Atas Bali Mulai Pukul 18.17 Wita)
Kebanyakan sinar yang dibelokkan itu memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan total, Bulan bisa tampak berwarna merah darah atau jingga, sehingga disebut Blood Moon.
Dedy Pratama mengatakan, gerhana bulan total dapat diamati dengan mata telanjang, dan tidak berbahaya sama sekali.
Menurut prakiraan cuaca dari Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Satria Topan, puncak gerhana bulan total antara pukul 19.54 Wita hingga 20.06 Wita berpotensi terlihat dengan sempurna di seluruh wilayah Bali kecuali di pusat kota Denpasar atau di kawasan Kuta.
“Terutama di tengah kota Denpasar dan Kuta, penampakan yang sempurna puncak gerhana bulan total berpotensi terhalang cahaya lampu-lampu kota yang banyak terdapat di tempat-tempat itu,” kata Topan kepada Tribun Bali, Jumat (3/4/2015).
Berdasarkan pengamatan cuaca, pada saat terjadi gerhana bulan total hari ini, cuaca di wilayah Bali Selatan, Denpasar, Tabanan dan Buleleng adalah berawan atau mendung dan berpotensi hujan ringan.
“Tetapi, kondisi itu tak menutup peluang untuk melihat gerhana bulan total, karena awan terus bergerak dan tak semua awan menutupi langit. Sebab itu, gerhana bulan total tetap berpotensi bisa dilihat dengan sempurna,” jelas Satria. (Baca Juga Berita Terkait : Wow, Ada Acara Nonton Bareng Gerhana Bulan Total Memakai Teleskop)
Dikatakan Dedy Pratama, gerhana dapat diprediksi dengan perhitungan algoritma astronomi. Ia menjelaskan, yang membedakan gerhana bulan dengan gerhana matahari adalah posisi ketiga benda langit yaitu Matahari, Bumi, dan Bulan.
Gerhana matahari terjadi apabila Bulan berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bumi. Sedangkan gerhana bulan terjadi apabila Bumi berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bulan. Selain itu, Gerhana Matahari hanya terjadi pada fase bulan mati (tilem), sedangkan gerhana bulan hanya terjadi pada saat fase purnama.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gerhana-bulan-ilustrasi_20150404_104129.jpg)