Anak Alam Putar ‘Besok Saya Tidak Masuk Sekolah’ dan Pamerkan Karya Seni
Selain pemutaran film, acara yang bertajuk "Natura Artis Magistra" ini juga memamerkan sejumlah karya seni Gede Desa dan anak-anak SD dari sebuah desa
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari masih pagi ketika seorang anak berjalan menuju ke sekolah. Tak mudah untuk menuju ke sekolah tersebut.
Jalan terjal berbatu dan berlumpur harus dilewatinya.
Sempat ia terjatuh, namun semangat untuk menuju ke sekolah tak pernah surut.
Meski ketika sampai sekolah, aktivitas belajar diliburkan karena bapak dan ibu guru pergi kondangan.
Cuplikan narasi di atas merupakan sepenggal kisah dari film berjudul "Besok Saya Tidak Masuk Sekolah" yang diputar oleh Anak Alam di Danest Veranda Art, Jalan Hayam Wuruk No 159, Denpasar, Sabtu (2/5/2015).
Pande Putu Setiawan, panitia acara tersebut mengatakan, acara ini digelar untuk memperingati Hari Raya Saraswati dan Hari Pendidikan Nasional.
"Kebetulan, hari ini dua hari raya ini diperingati pada hari yang bersamaan. Saya pikir, kenapa tidak diselenggarakan acara saja," kataya di sela-sela acara tersebut.
Inti dari penyelenggaraan acara ini menurutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat Bali tentang kondisi pendidikan anak di Bali.
"Kita lihat sampai sekarang ada anak yang masih berjuang untuk tetap bisa sekolah. Bahkan, bermimpi untuk sekolah," ujarnya lagi.
Selain pemutaran film, acara yang bertajuk "Natura Artis Magistra" ini juga memamerkan sejumlah karya seni Gede Desa dan anak-anak SD dari sebuah desa di Tegalalang.
I Wayan Aryana (22), seorang mentor seni (khususnya seni lukis) mengatakan setidaknya ada 18 karya lukis anak yang dipamerkan dalam acara tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/karya-sd_20150502_231504.jpg)