Hari Saraswati
Ini Ruangan bagi Pembaca di Perpustakaan Provinsi Bali
Saat memasuki perpustakaan pembaca atau pengunjung disambut patung Ganesha, yang melambangkan pendidikan.Naik ke atas dengan anak tangga sekitar 20-an
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Mengunjungi sebuah perpustakaan, yang diinginkan pengunjung pastinya kenyamanan, kebersihan dan utamanya pasti kelengkapan bukunya.
Jika buku yang disuguhkan bukan kepalang banyaknya, mencapai 88 ribu judul buku seperti di Perpustakaan Provinsi Bali, Jalan Teuku Umar Denpasar ini, tentu akan menjadi pilihan.
Nah untuk mengetahui seluk beluk Perpustakaan itu, berikut ruangan-ruangannya.
Saat memasuki perpustakaan pembaca atau pengunjung disambut patung Ganesha, yang melambangkan pendidikan.
Naik ke atas dengan anak tangga sekitar 20-an pengunjung akan naik di lantai dua.
Penitipan tas ada di bagian depan, sebelum menemui patung ganesha. Letaknya di sebelah kanan.
Ada beberapa ruangan favorit di Perpusprov Bali. Pertama tempat pelayanan baca di lantai tiga. Ruang baca ini ditujukan untuk umum.
Kemudian, turun satu lantai di lantai 2, ada ruang baca untuk anak-anak.
Masih di lantai yang sama, pun ada tempat untuk masyarakat yang memang sedang tidak minat membaca yang lain. Singkatnya, membaca koran atau majalah.
"Di samping itu, ada juga ruang deposit dan ruangan buku referensi yang tidak dipinjamkan," jelasnya.
Ruangan referensi tidak dipinjamkan itu, ialah ruangan yang mengkoleksi buku-buku untuk para mahasiswa tesis dan skripsi.
Kemudian, buku-buku yang mambahas konten lokal, lontar-lontar dan buku penting kamus ensiklopedi.
Dan buku-buku ini hanya dapat dibaca di tempat. Alasan tidak bisa dibawa pulang, karena harga buku sangat-sangatlah mahal.
"Kami biasanya buka Jam 8 hingga jam 4 sore. Kalau Hari libur (Sabtu Minggu) bisanya jam 8 sampai jam 1 siang saja," urai Bagdadi.
Dengan kelengkapa buku dan pelayanan dengan mutu berkualitas, masyarakat Bali khususnya Denpasar diharapkan meningkatkan minat bacanya terhadap buku.
Meskipun, saat ini gempuran internet (google) cukup deras. (*)