Korban Meninggal karena Rabies
Ayu Kini Yatim Piatu Ditinggal Ibu Korban Rabies di Tabanan
Remaja kelas X SMAN 1 Kediri itu telah kehilangan sang ibu Afliana Agustina (52) yang meninggal karena gigitan anjing berpenyakit rabies.
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ayu Novita Sari (17) tampak murung di rumah duka Gereja Imanuel di Jalan Gatot Subroto, Kediri, Tabanan, Kamis (21/5/2015).
Remaja kelas X SMAN 1 Kediri itu telah kehilangan sang ibu Afliana Agustina (52) yang meninggal karena gigitan anjing berpenyakit rabies.
(Baca Juga Berita Terkait: Pelihara 20 Anjing, Wanita Ini Meninggal Digigit Anjing Peliharaannya)
"Saat dirawat di BRSU Tabanan ibu sudah positif rabies, kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah," ujar Ayu dengan terbata-bata yang saat itu mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda berduka.
Alfina tiba di RSUP Sanglah pada Rabu (20/5/2015) pagi sekitar pukul 09.30 Wita.
Setelah mendapatkan perawatan sekitar 12 jam di Rabies Centre RSUP Sanglah, ibu rumah tangga itu meninggal karena gagal napas sekitar pukul 21.00 Wita.
Kematian warga Banjar Bongan Kauh Kaja, Desa Bongan, Tabanan, tersebut membuat jumlah korban rabies di Bali pada tahun ini terus meningkat.
Alfina menjadi korban kelima hanya dalam lima bulan terakhir di tahun 2015.
Berdasarkan data terakhir yang didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sepanjang tahun 2014 tahun lalu, jumlah kematian karena rabies dua orang.
Sedangkan untuk tahun ini, baru selama tiga bulan sudah lima orang.
Dari jumlah lima orang yang meninggal karena rabies tersebut, masing-masing berasal dari Gianyar, Bangli, Buleleng (dua orang), dan yang terakhir dari Tabanan.
Terhitung sejak tahun 2013 hingga 2015, jumlah kasus kematian karena rabies di Bali cenderung meningkat.
Dalam tiga tahun terakhir, Kabupaten Buleleng merupakan daerah yang selalu ditemukan kasus kematian akibat rabies. Bahkan tahun ini sudah dua orang, atau terbanyak di Bali.
Sementara itu, jumlah kasus Gigitan Hewan Penyakit Rabies (GHPR) sampai Mei tahun 2015 mencapai 11,565 orang.
“Tertinggi ada di Gianyar dengan total 1935 orang dan kedua ada di Badung 1659 orang,” ujar dr Gede Wira Sunetra, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/karangan-bunga_20150522_093059.jpg)