Pelabuhan Benoa Akan Jadi Terbesar Kapasitas Berlabuh 200 Yacht
Untuk mewujudkannya, urusan reklamasi Teluk Benoa dari Pelindo III berbeda dengan isu reklamasi Teluk Benoa yang selama ini menjadi pro-kontra.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto mengakui, apabila pengembangan pelabuhan Marina Benoa disetujui, maka pihaknya akan melakukan reklamasi pada sebagian dari pengembangan Pelabuhan Benoa yang ada saat ini.
Rencana pembangunan marina di Pelabuhan Benoa akan menggunakan area seluas 150 hektar dari 55 hektar yang sudah ada, karena itu diperlukan reklamasi.
(Baca Juga Berita Terkait: Marina Banyuwangi Salip Benoa, Wisata Yacht Dimulai di Sini)
Namun Djarwo menolak apabila reklamasi itu dikaitkan dengan wacana reklamasi Teluk Benoa yang hingga saat ini mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.
"Kami akan reklamasi sebagian dari pengembangan yang sudah ada saat ini, bukan mereklamasi Teluk Benoa. Hanya sebagian saja, tidak sebesar Teluk Benoa," tandasnya, Jumat (29/5/2015).
Menurut Edi Priyanto, urusan reklamasi Teluk Benoa dari Pelindo III berbeda dengan isu reklamasi Teluk Benoa yang selama ini menjadi pro-kontra.
Sementara itu, Prasetyo Direktur Utama PT Pelindo Properti (anak usaha Pelindo III) menjelaskan Pelabuhan Benoa akan direvitalisasi berdasarkan RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Provinsi Bali.
“Akan diawali dengan studi kelayakan, dan ini masih dilakukan,” ungkap Prasetyo.
Prasetyo juga mengatakan apabila marina sudah dibangun di Pelabuhan Benoa, akan ada 200 yacht berlabuh di sana.
“Meskipun Pelabuhan Benoa bukan pelabuhan pertama di Indonesia yang direvitalisasi, tapi pelabuhan ini akan menjadi yang terbesar,” imbuh Prasetyo.
Meski hingga saat ini izin dari Wali Kota Denpasar belum turun, Pelindo III masih tetap akan berusaha mewujudkan rencana pengembangan Marina Benoa.
"Pengembangan pelabuhan marina di Benoa tetap jadi. Sembari menunggu izin dari Wali Kota Denpasar, kami garap dulu yang di Banyuwangi. Kami juga sudah bicara soal pelabuhan marina di Banyuwangi dengan Kementerian Pariwisata," ucap Djarwo.
Pada 1 April 2015 lalu Pelindo III sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)) tentang kerjasama pengembangan usaha dan optimalisasi potensi kawasan Pelabuhan Benoa bersama 6 BUMN lainnya.
Mereka adalah PT Jasa Marga, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, dan PT Pembangunan Perumahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sebuah-kapal-pesiar-2_20150530_094538.jpg)