Hari Raya Waisak
Pindapatta Terakhir Jelang Waisak Kesempatan Berbuat Kebajikan
Ini sesuai dengan ajaran Buddha yang meminta penganutnya untuk memperbanyak berbuat kebajikan, mengurangi kejahatan, serta menyucikan hati dan pikiran
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin (1/6/2015) sekitar pukul 10.30 Wita terlihat ratusan umat Buddha berdiri berjajar mengelilingi area halaman Vihara Sakyamuni, Jalan Gunung Agung, Denpasar, Bali.
Kemudian tiga orang Bhikkhu dan seorang Samanera (calon Bhikkhu) berjalan berkeliling sambil menerima derma berupa dana makan dari para umat tersebut.
(Baca Juga Berita Terkait: Pindapatta Terakhir Jelang Waisak Kesempatan Berbuat Kebajikan)
Dengan menggunakan mangkuk besar, para Bhikkhu ini menerima pemberian makanan dan minuman dari para umat, baik dewasa maupun anak-anak.
Tradisi ini disebut dengan Pindapatta, yakni ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan.
Pindapatta selalu dilakukan setiap menjelang hari-hari raya umat Buddha.
Seperti yang berlangsung kemarin, Pindapatta ini dilaksanakan menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada hari ini, Selasa (2/6/2015).
Ini merupakan Pindapatta kedua yang dilakukan menjelang Waisak setelah yang berlangsung di sepanjang Jalan Gunung Agung hingga Vihara, pada 14 Mei 2015 yang lalu.
"Tujuan ritual ini untuk memberikan kesempatan kepada umat Buddha untuk dapat berderma pada para Bhikkhu. Sebab, para Bhikkhu ini hanya boleh menerima dana makan dari umat saja, tidak boleh masak atau ambil sendiri," ujar Oscar NW, ketua dayakasabha (pengurus) Vihara Buddha Sakyamuni, yang menjelaskan tentang pindapatta.
Setelah menerima derma berupa dana makan dan mengambil secukupnya untuk kebutuhan, para Bhikkhu ini akan mengembalikan sisa dana makan tersebut, baik untuk umat maupun Vihara dan pihak-pihak lain yang memang membutuhkan dana makan tersebut.
"Jadi mereka tidak akan mengambil semua. Lebihnya akan disumbangkan lagi. Semacam simbiosis mutalisme antara umat dan Bhikkhu. Umat berderma untuk Bhikkhu dan Bhikkhu memberikan Dhamma kepada umat," papar Oscar.
Dengan umat memberikan dana makan kepada Bhikkhu, itu berarti mereka membantu menunjang kebutuhan Bhikkhu.
Sehingga para Bhikkhu ini bisa belajar dengan tenang dan kemudian memberikan hasil belajarnya kepada umat.
Ini sesuai dengan ajaran Buddha yang meminta penganutnya untuk memperbanyak berbuat kebajikan, mengurangi kejahatan, serta menyucikan hati dan pikiran.
"Ini merupakan tradisi terakhir persiapan Waisak besok (hari ini, red). Persiapan keseluruhan sebenarnya sudah sejak satu bulan lalu, yang kita sebut rangkaian Sebulan Pendalaman Dhamma (SPD)," tambah Oscar.
Selain Pindapatta, kegiatan lain yang berlangsung pada H-1 Waisak kemarin adalah kerja bakti.
Kerja bakti persiapan Waisak ini berlangsung sebelum Pindapatta, yakni mulai sekitar pukul 08.00 Wita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/perayaan-jelang-hari-raya-waisak_20150602_090927.jpg)