Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tragedi Angeline

Seberapa Kaya Orangtua Angkat Angeline? Ini Silsilah Douglas-Margriet

40 persen (warisan) untuk Angeline dan 60 persen Margriet. Tapi jika dia (Margriet) meninggal, maka 20 persen diberikan pada Angeline.

Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali
Silsilah Keluarga Douglas-Margriet 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kendati sudah menjerat seorang tersangka, kasus pembunuhan Angeline masih menyisakan pertanyaan besar bagi publik.

Pertanyaannya: apakah itu hanya kasus `kejahatan kelamin`, yakni semata pembunuhan yang didahului aksi perkosaan, ataukah pembunuhan itu sesungguhnya tidak berdiri sendiri?

(Baca Berita Terkait: Christina Telly Datangi Ruang Tahanan Polda Bali)

Pada umumnya, perbincangan di masyarakat mengaitkan pembunuhan itu dengan sebuah konspirasi jahat terkait warisan.

Argumentasinya sederhana: perlakuan terhadap Angeline yang demikian buruk, serta adanya klausul warisan dalam akta pengangkatan Angeline sebagai anak angkat pasangan Margriet- Douglas Scardordugh.

Selain itu, disebut-sebut juga ada dokumen lain yang menerangkan adanya wasiat tentang porsi warisan untuk Angeline.

Bisa jadi, meninggalnya Angeline kemudian dianggap memuluskan jalan bagi pihak-pihak yang bersekongkol untuk meraup warisan itu.

Informasi terakhir menyebutkan, ayah angkat Angeline, yaitu Douglas, merupakan bos minyak.

Dugaan soal adanya motif warisan di balik kematian Angeline itu antara lain dikemukakan oleh Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

“Dalam dialog dengan Polda Bali, mereka menyimpulkan adanya persekongkolan jahat oleh ibu angkat, dua kakak angkat, dan pekerja rumah tangga,” kata Arist.

Dalam Surat Pengakuan Pengangkatan Anak yang dibuat antara orangtua kandung Angeline (yaitu Achmad Rosyidi-Siti Hamidah) dan Margriet pada 24 Mei 2007, persoalan warisan ikut dicantumkan di situ.

Berdasarkan surat yang kopian-nya telah beredar luas itu, Angeline disebut akan ikut menjadi ahli waris orangtua angkatnya.

Ada dua pasal yang menjelaskan soal warisan dalam surat tersebut.

Pertama terdapat di Pasal 1, yang menjelaskan bahwa pihak kedua, yaitu keluarga Margriet Christina Megawe, akan menjadikan Angeline sebagai ahli warisnya di kemudian hari.

Angeline akan diperlakukan sama dengan anak Margriet yang lain.

Kemudian, di Pasal 2, disebutkan pihak pertama, keluarga Hamidah (ibu kandung Angeline) melepaskan semua hak waris yang melekat pada anak tersebut.

Dan masih di dalam pasal ini disebutkan jika Angeline meninggal, maka hak waris akan menjadi milik ahli waris Margriet.

Douglas merupakan bos bisnis perminyakan di sejumlah perusahaan.

Informasi itu mencuat setelah Laura Scarborough, putri tertua Douglas dari istri sebelumnya, mengungkapkan jati diri ayahnya di sebuah laman obituari www.ourmemoryof.com.

Douglas tercatat menikah dua kali.

Dari pernikahan pertamanya dengan wanita bernama Ilse, ia memiliki anak bernama Laura dan Sarah.

Pengusaha asal Amerika Serikat ini kemudian menikah dengan Margriet yang berstatus janda pada tahun 1986 dan melahirkan anak bernama Christina.

Sebelumnya Margriet menikah dengan bule yang juga warga Amerika Serikat (bernama Wenlis) dan melahirkan Yvonne Caroline Megawe.

Mei 2007, Douglas dan Margriet mengadopsi Angeline sejak berusia tiga hari.

Setahun berselang, tepatnya 17 September 2008, Douglas meninggal di Singapura akibat serangan jantung.

Laura menggambarkan ayahnya sebagai eksplorasionis (penambang), direktur, konsultan, pemikir, ayah, suami, kakek, ahli fisika, pengarang, penemu, teman, kolega, dan sebagainya.

"Dia dicintai di seluruh dunia. Sebagian hidupnya dihabiskan di Indonesia dengan bekerja pada eksplorasi minyak dan sistem seismik," kata Laura.

Douglas pernah bekerja di PT Caltex, Pekanbaru, Riau, serta di perusahaan minyak Medco.

Doug --panggilan Douglas-- tercatat pernah menjadi pembicara pada Konvensi dan Pameran Tahunan Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia.

Douglas saat itu mewakili PT Sistem Vibro Seismik Indonesia, yang tak lain adalah perusahaan dia sendiri.

Kalau memang kasusnya terkait warisan, seberapa kaya-kah Douglas?

Sumber-sumber menyebutkan, Douglas dan Margriet mempunyai rumah di Aspal Pondok Gede dan di daerah Fatmawati, Jakarta.

Selain itu mereka juga memiliki rumah di Canggu (Bali).

Sedangkan tempat tinggal di Jalan Sedap Malam Denpasar yang menjadi lokasi pembunuhan Angeline, adalah sewaan sejak tahun 2007.

Douglas juga disebut-sebut masih punya kekayaan lainnya di Balikpapan (Kalimantan Timur) dan Pekanbaru (Riau). 

Sejumlah kekayaan yang ditinggalkan Douglas itulah yang kemudian memunculkan dugaan adanya konspirasi jahat untuk menyingkirkan Angeline dari haknya untuk mendapatkan warisan. 

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah bahkan mengungkapkan lebih jauh bahwa nama Angeline dan Margriet tertera sebagai ahli waris dari mendiang Douglas.

Dalam sebuah akta waris tertulis bahwa Margriet yang kini telah dinyatakan sebagai tersangka pada kasus penelantaran anak, menerima bagian sebanyak 60 persen.

Sedangkan sisanya diberikan pada sang anak angkat, Angeline.

Dalam akta waris itu, menurut Siti Sapurah, nama anak-anak kandung Margriet yang merupakan saudara tiri Angeline, Christina dan Yvonne, malah tidak tercantum sebagai penerima warisan.

"40 persen (warisan) untuk Angeline dan 60 persen Margriet. Tapi jika dia (Margriet) meninggal, maka 20 persen diberikan pada Angeline. Sedangkan si Yvonne tidak tertera dan si Christina juga tidak masuk di situ (tidak masuk sebagai ahli waris)," ungkap perempuan yang akrab disapa Ipung saat ditemui wartawan di sebuah rumah di Jalan Yudistira, Kuta, Bali, Minggu (14/6/2015).

Angeline disebut-sebut berhak atas harta warisan yang ditinggalkan ayahnya seperti vila, toko, dan harta benda lainnya.

"Tim kami sudah memegang wasiat warisan itu, dan di dalam akta warisan disebutkan seperti itu," tambah Ipung yang juga menjadi pendamping orangtua kandung Angeline ini.

Dalam wawancaranya dengan TVOne, Margriet sempat membantah tudingan adanya perebutan warisan di balik pembunuhan Angeline.

Katanya, semua warisan, sertifikatnya atas nama dirinya.

"Christina, Yvone, Angeline itu buat saya sama. Mereka dapat warisan semua," ujarnya.

Sebelumnya, Yvonne dalam sebuah wawancara, juga membantah jika orangtuanya meninggalkan banyak warisan.

Sebab, Douglas yang jadi ayah angkatnya justru membutuhkan banyak uang untuk berobat ke Singapura tujuh tahun lalu, sehingga hartanya terkuras untuk pengobatan.

Kemarin, kerabat Margriet juga menyatakan bahwa pembunuhan Angeline bukan karena rebutan warisan.

Putri Margriet, Christina Scarborough, menceritakan ke kerabatnya yang berinisial DN bahwa ayahnya Douglas tidak meninggalkan surat wasiat terkait harta gonogini.
"Kata Christina 'my dad enggak sempat bikin surat wasiat'," ujar DN, Senin (15/6/2015).

Sejauh ini polisi memang belum menemukan kaitan warisan dengan latar belakang pembunuhan sadis atas Angeline.

Polisi baru menetapkan mantan pembantu Margriet, Agus Tai Andamara, sebagai satu-satunya tersangka pembunuhan Angeline dengan motif pemerkosaan.

Sementara status tersangka yang disematkan pada Margriet bukan dalam kasus pembunuhan putri angkatnya itu, melainkan kasus dugaan penelantaran anak.

Tugas besar tampaknya masih harus diselesaikan Polda Bali.

Mampukah jajaran kepolisian di bawah pimpinan Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie menjawab pertanyaan-pertanyaan publik terkait pembunuhan sadis terhadap Angeline.

Apa sebenarnya yang menjadi motif utamanya dan adakah aktor intelektualnya? Kita tunggu saja. (*)

nfo ter-UPDATE tentang ANGELINE, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved