Viral di Bali
Dipicu Gelas Pecah, Viral Aksi Balas Dendam Massa Berparang di Pemogan, 1 Orang Diamankan
Sebuah pesta miras di sebuah indekos Jalan Tunjung Biru, lingkungan Taruna Bineka, Pemogan, Denpasar Selatan, berubah menjadi ajang penyerangan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebuah pesta minuman keras (miras) di sebuah indekos Jalan Tunjung Biru, lingkungan Taruna Bineka, Pemogan, Denpasar Selatan, berubah menjadi ajang penyerangan mencekam pada Minggu 26 April 2026 dini hari.
Insiden yang melibatkan kelompok pemuda ini mengakibatkan kerusakan kendaraan warga dan menimbulkan kepanikan bagi penghuni kos di lokasi kejadian bahkan viral di media sosial.
Polisi langsung bergegas mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi.
Baca juga: Terkait Penyerangan Kantor BPJS dan Spanduk Walikota Pembohong, Ini Tanggapan Pemkot Denpasar
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menjelaskan bahwa keributan ini bermula dari perselisihan sepele saat sekelompok pemuda sedang menenggak miras di kamar nomor 10.
Kejadian diawali ketika seorang saksi bernama Kristian alias Tian mengajak rekan-rekannya, yakni Andre Solo, Andre Nani, dan Ino Nani, untuk minum bersama sejak Sabtu tengah malam.
"Pemicu utamanya adalah perselisihan antara Andre Nani dan Ino Nani dengan Andre Solo yang diduga di bawah pengaruh alkohol," ungkap Kanis Reskrim kepada Tribun Bali.
Baca juga: Ditinggal 15 Menit, NMax Diparkir di Garasi Kos di Buleleng Lenyap Dicuri
"Saat sedang minum, Andre Solo tidak sengaja memecahkan gelas yang serpihannya mengenai kaki Ino Nani hingga terluka," sambungnya.
Ketegangan memuncak saat Ino mempertanyakan siapa yang memecahkan gelas tersebut lantaran pecahan gelas tersebbut membuat kaki Ino terluka karena menginjaknya.
Andre Solo mengaku kalau dia yang memecahkan yang kemudian memicu Andre Nani memukul Andre Solo.
Meski sempat dilerai oleh Tian dan Andre Solo diminta pulang, masalah ternyata tidak selesai di sana.
Baca juga: Misteri Paket Yang Tak Kunjung Diambil, Muhammad Ditemukan Tak Bernyawa Di Kamar Kos Denpasar Bali
Sekitar satu jam kemudian, Andre Solo kembali ke lokasi dengan membawa bala bantuan sekitar 15 hingga 20 orang.
Iptu Azel menjelaskan bahwa situasi berubah menjadi anarkis ketika kelompok massa tersebut datang membawa senjata tajam jenis parang dan melakukan aksi lempar batu.
Warga di lokasi, Ketut Arik, mengaku terbangun karena suara gaduh dan sempat mendengar suara letupan serta melihat orang-orang mengacungkan parang di depan gerbang.
Ketegangan semakin menjadi ketika massa mengancam penghuni kos lainnya.
"Para pelaku sempat berteriak mengancam akan mengeluarkan seluruh penghuni kos jika orang yang mereka cari di kamar nomor 10 tidak ditemukan," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polisi-melakukan-olah-TKP-keributan-viral-di-Indekos-52.jpg)