Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pesta Kesenian Bali

Parade Ngelawang Tiga Daerah Meriahkan PKB

Parade Ngelawang Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar memeriahkan PKB XXXVII. Mereka berjalan dari kalangan Ayodya menuju panggung

Tayang:
Editor: gunawan
Tribun Bali/ AA Putu Santiasa
Persiapan peserta parade Ngelawang Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar memeriahkan PKB XXXVII 

Laporan Wartawan Tribun Bali A.A Putu Santiasa Putra

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Parade Ngelawang Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar memeriahkan PKB XXXVII. Mereka berjalan dari kalangan Ayodya menuju panggung terbuka di depan gedung pameran seni rupa, Minggu (21/6/2015).

Masing-masing perwakilan menampilkan kesenian tertentu dipanggung tersebut, dengan tema yang diusung setiap kota/kabupaten.

Kota Denpasar diwakilkan oleh Sanggar Maruta, Banjar Lebah Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur bertemakan Baruna Murti.

Kabupaten Jembrana diwakilkan oleh sanggar Seni Arsa Wijaya, Desa Nusasari, Kecamatan Malaya Kabupaten Jembrana dengan mengusung tema Pura Rambut Siwi.

Kabupaten Gianyar diwakilkan oleh sanggar Dharma Panji Lestari Payangan, kabupaten Gianyar dengan tema Parisuda. 

Salah satu pendamping parade Made Sartini menjelaskan anak-anak perwakilan Kota Denpasar berasal dari SD No 8 Denpasar di daerah Banjar Lebah.

"Mereka berjumlah 45 anak, yang paling besar baru tamat SD sekarang mau cari SMP," ujarnya saat membuat api pengasepan yang dibawa oleh salah seorang peserta. 

Tampak setiap kelompok parade membawakan lelontekan, tombak, barong ket, rangda, sekaa gong, serta sejumlah pengiringnya. Suasana tampak meriah dengan tambahan paduan warna cerah pakaian yang mereka kenakan. 

Ada adegan lucu saat tim kota Denpasar memasuki area panggung. Ketika mereka hendak duduk, salah seorang yang membawa tombak menjatuhkan tombaknya secara tidak sengaja karena keberatan. 

Serempak penoton tertawa saat melihat adegan tersebut. Bahkan ada berteriak menyemangati. 

"Adaaah baet to, ulung ben ne ayo ayooo" (wah berat itu, jatuh jadinya) dibarengi sejumlah tawa penonton yang lain.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved