Banjar to Banjar
Pengantin Tidak Boleh Melintas Pura Ratu Sakti Penjaga Gerbang Selatan
Masyarakat meyakini pura ini adalah benteng niskala yang menjaga desa di gerbang selatan.
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Uploader bali
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebuah pura kecil di Banjar Suwat Kelod Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali, bernama Pura Ratu Sakti.
Masyarakat meyakini pura ini adalah benteng niskala yang menjaga desa di gerbang selatan.
Ngakan Aji Mangku Puseh saat ditemui kepada Tribun Bali, Senin (22/6/2015) mengatakan pura penunggun desa.
"Kalau menurut saya, Pura Ratu Sakti adalah pura penunggun desa. Kalau di rumah namanya penunggun karang," kata Ngakan Aji Mangku Puseh, kemarin.
Selain itu, ada kepercayaan terhadap Pura Ratu Sakti.
Masyarakat yang menggelar upacara manusa yadnya, khususnya pernikahan tidak akan pernah melintasi pura tersebut.
Mereka percaya, barang siapa yang melintas di depan pura, maka umur pernikahannya tidak akan bertahan lama.
"Itu kepercayaan, saya tidak bisa menjelaskan. Sebagai bentuk penghormatan, tradisi itu terus dipertahankan sampai saat ini," tuturnya.
Kepercayaan tidak hanya ditaati warga lokal.
Mereka yang berasal dari luar desa yang mengetahui tradisi ini turut mengikuti.
Maka jika ada rombongan pengantin, biasanya rombongan tersebut mengambil jalan lain sebagai alternatif.
"Orang luar desa juga percaya hal itu. Mereka akan mengambil jalan lain. Demi ketenangan psikologis, ya tidak apa-apa," tuturnya.
Selain itu, masyarakat setempat pantang melewati jalan di pura tersebut jika membawa mayat dari luar desa.
Mereka tetap mencari jalan lain menuju rumah.
Keyakinan tersebut masih dipertahankan hingga sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pura-ratu-sakti_20150623_164839.jpg)