Waow, Petani Kopi Bali Ekspor 108 Ton ke Korea
Setiap kontainer berisi 18 ton kopi. Sebagian besar kopi yang dihasilkan di Pupuan adalah kopi robusta
Penulis: I Made Argawa | Editor: Kambali
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali kini menjadi sentra penghasil kopi di Tabanan.
“Saat ini tren minum kopi juga sedang ada di Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Negara-negara itu memliki budaya minum teh, tetapi sekarang mulai beralih minum kopi,” ujar seorang petani kopi, I Wayan Dira kepada Tribun Bali, Minggu (28/06/2015).
Pria menjadi petani kopi sejak 20 tahun lalu mengatakan, saat ini petani yang ada di wilayahnya, Desa Pujungan, Pupuan akan mengekspor kopi 108 ton ke Korea.
“Ada pembeli dari korea yang minta enam kontainer kopi robusta. Setiap kontainer berisi 18 ton kopi. Sebagian besar kopi yang dihasilkan di Pupuan adalah kopi robusta,” kata Dira.
Pihaknya dengan pengusaha tersebut saat ini sedang memproses perjanjiannya.
Dirinya telah berkoordinasi dengan 15 kelompok petani di wilayah Pupuan dan menyatakan siap memenuhi kuota tersebut.
“108 ton kopi bukan jumlah yang sedikit, apalagi ekspor kualitas tidak bisa ditawar,” terangnya.
Sejak lima tahun terakhir, Ketua Subak Abian Batur Pendem, Desa Pujungan itu memulai fokus pada peningkatan kualitas kopi yang dihasilkan petani di wilayahnya.
Melalui pelatihan Dinas di Pemkab Tabanan, Provinsi Bali hingga ke luar negeri.
Dira sempat tiga kali ke Taiwan untuk belajar dan menghadiri kontes kopi internasional pada 2012, 2013, dan 2014. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kopi-tabanan_20150629_005447.jpg)