Lebaran
Harga Tiket Bus dari Denpasar Melonjak Hingga 100 Persen
Harga tiket bus kelas eksekutif sudah mencapai mengalami kenaikan harga 50 persen, bahkan diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 100 persen
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lebaran makin dekat, harga tiket angkutan umum pemudik pun terus meningkat.
Seperti di Terminal Ubung, Denpasar, Bali.
Harga tiket bus kelas eksekutif sudah mencapai mengalami kenaikan harga 50 persen, bahkan diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 100 persen dari tariff normal pada hari-hari biasa.
"Saya mau ke Jepara. Tadi saya beli tiketnya Rp 310 ribu. Nanti tanggal 12 akan naik katanya menjadi Rp 450 ribu," ujar Navari (30), lelaki yang mengaku sebagai pekerja proyek di Bali yang akan berangkat ke Jepara, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2015) sore.
Navari juga menuturkan, kalau harga tiket bus pada hari biasa, sesuai dengan penuturan petugas yang menawarkan tiket kepadanya, dikatakan Rp 240 – Rp 270 ribu.
"Meningkat 50 persen. Kata petugas tiket, pada hari biasa harganya Rp 240 ribu," katanya.
Dari pantauan Tribun Bali, Kamis (9/7/2015) kemarin, di sejumlah loket di pembelian tiket di Terminal Ubung, dikatakan bahwa mulai tanggal 10 hari ini, harga tiket kembali akan mengalami kenaikan, baik kelas eksekutif maupun kelas ekonomi.
Seperti yang dikatakan oleh seorang petugas yang melayani penjualan tiket paling pojok barat Terminal Ubung.
Untuk tujuan Denpasar-Bandung, harga saat ini sudah Rp 500 ribu dan mulai hari ini hingga 12 Juli nanti akan mengalami kenaikan menjadi Rp 600 ribu.
Berdasarkan pengumuman yang terpasang di depan kantor UPT Terminal Penumpang di Terminal Ubung, untuk angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan mengalami kenaikan rata-rata 50 persen, baik untuk wilayah tujuan ke Indonesia bagian barat maupun ke bagian timur.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Hari Edi BP mengungkapkan bahwa sesuai dengan surat edaran Mentri Perhubungan, bahwa selain angkutan kelas ekonomi penentuan harga tiket diserahkan ke perusahaan masing-masing.
"Jangan samakan dengan kelas ekonomi. Itu memang berbeda. Sesuai aturan Mentri sudah ditetapkan tarif atas dan tarif bawah. Hanya saja itu untuk kelas ekonomi saja" ungkap Hari kepada Tribun Bali seusai menggelar rapat di Kantor Dishub Kota Denpasar kemarin.
Sementara itu, khusus untuk pemudik bareng, lanjut Hari, pihaknya bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk dapat mengawal perjalanan yang dilakukan oleh para pemudik bareng tersebut.
Disebutkan oleh Hari ada dua titik mudik bareng yang akan mendapat kawalan pada musim lebaran kali ini, yakni di Lapangan Lumintang, dan di Sentral Parkir, Kuta.
"Ini yang perlu diketahui oleh masyarakat yang akan mudik bareng. Jadi lokasinya di dua titik itu. Harap kalau ada yang hendak melakukan mudik bareng agar berkoordinasi agar mendapat pengawalan," jelas Hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapolda-bali-irjen-ronny-f-sompie_20150710_094855.jpg)