Erupsi Gunung Raung

Bandara Ngurah Rai Tutup, Kerugian Capai Rp 16 Miliar per Hari

Erupsi Gunung Raung berpotensi menghilangkan pendapatan pariwisata Pulau Dewata sekitar US$ 1,2 juta atau hampir Rp 16 miliar per hari.

Penulis: Manik Priyo Prabowo | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pemberitahuan terkait penerbangan yang terganggu erupsi Gunung Raung dipasang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (12/7/2015). Jadwal penerbangan akan di-update setiap enam jam. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menyatakan penutupan Bandara Ngurah Rai, Bali akibat erupsi Gunung Raung berpotensi menghilangkan pendapatan pariwisata Pulau Dewata sekitar US$ 1,2 juta atau hampir Rp 16 miliar per hari.

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Ngurah Wijaya menjelaskan, estimasi tersebut menggunakan asumsi rata-rata kunjungan wisawatan ke Bali yang sekitar 8 ribu turis per hari, dengan rata-rata belanja US$ 150 per turis per hari.

"Pasti ada dampaknya dengan ditutupnya Bandara Ngurah Rai karena kurang lebih per harinya 8 ribu turis ke Bali dengan spending rata-rata per orang US$ 150. Mungkin mereka membatalkan atau menunda kunjungan," ujarnya seperti dilansir CNN Indonesia.

Namun, pria yang sering disapa Gus Wijaya ini dapat memahami alasan Kementerian Perhubungan dan otoritas bandara menghentikan aktivitas penerbangan dari dan menuju ke Bali karena alasan bencana alam.

"Ini merupakan hari ketiga (Bandara Ngurah Rai ditutup), tapi kami mengerti karena ini persoalan alam," tuturnya.

Pemilik Segara Village Hotel di Sanur ini mengatakan, hampir seluruh industri di Bali tergabung dalam GIPI, di mana lebih dari setengah juta orang bergantung hidup di sektor itu.

Khusus untuk bisnis perjalanan wisata, sedikitnya 400 perusahaan bernaung di bawah GIPI.

"Demikian pula dengan industri perhotelan, total ada 90 ribu kamar hotel yang mereka kelola," tuturnya.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

Menurutnya, penutupan bandara akibat abu vulkanik Gunung Raung ini tentu berdampak bagi pariwisata Bali.

"Tapi perlu kita cermati bersama, kalau tidak ditutup itu tentu sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” jelasnya.

Menurutnya, penutupan selama sehari kemarin dampak bagi dunia pariwisata di Bali sangat terasa.

“Sudah pasti ada, jadi karena tidak ada wisatawan bisalandingdi sini pasti ada kerugian. Tapi setelah dibuka kembali semua kembali normal,” urainya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, diperkirakan ada 22 ribu wisatawan mancanegara dan domestik yang tertahan.

“Itu kemarin kalau saya jumlah itu ada 22 ribu wisman dan domestik tertahan, semoga tidak meletus lagi nanti,” jelas Yuniartha.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved