Wayan Pada Meninggal Saat Cari Bahan untuk Keperluan Galungan
I Wayan Pada, asal Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Senin (13/7/2015) sekira pukul 16.30 W
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - I Wayan Pada, asal Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, Senin (13/7/2015) sekira pukul 16.30 Wita.
Saat ditemukan oleh seorang warga, petani berusia 55 tahun ini tergeletak di sebuah tanah tegalan dekat parit dengan kondisi tangan masih memegang dahan kelapa.
"Kami menduga korban meninggal setelah jatuh dari pohon kelapa," kata Kapolsek Tegalalang, AKP I Gde Sudyatmaja pada Tribun Bali.
Selain itu, berdasarkan keterangan dari warga, dari telinga korban mengeluarkan darah.
Warga yang melihat mayat Pada langsung melapor kepada warga lainnya yang sejurus kemudian diteruskan ke Mapolsek Tegalalang.
Kata Sudyatmaja, korban naik pohon kelapa untuk mencari bahan sebagai sarana perlengkapan menyambut hari raya Galungan.
"Iya, berdasarkan informasi, korban memanjat pohon untuk mencari bahan-bahan untuk upacara Galungan," terangnya.
Setelahnya, warga berdatangan menjejali TKP. Mayat Pada langsung diangkut dibawa pulang, diupacarai yang kemudian langsung dikuburkan di setra setempat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-pada_20150713_194140.jpg)