Erupsi Gunung Raung
Cok Ace: Informasi Pembatalan Pada Penumpang Harus Lebih Diperhatikan
"Misalkan saja jika ada pembatalan maka informasi bisa satu pintu ke angkasa pura, jadi calon penumpang bisa diam dulu di hotel," katanya.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terkait tutupnya Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sejak pukul 13.00 Wita hingga 15.30 Wita turut menjadi perhatian Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati.
Menurut pria yang biasa disapa Cok Ace ini, informasi yang diberikan dari pihak maskapai tentang pembatalan penerbangan belum detail sehingga banyak penumpang yang terlantar setelah sampai di bandara karena kurangnya informasi.
"Misalkan saja jika ada pembatalan maka informasi bisa satu pintu ke angkasa pura, jadi calon penumpang bisa diam dulu di hotel," katanya.
Lanjutnya, jika informasi pembatalan atau penutupan bandara bisa lebih awal, maka penumpang bisa diservice dulu di hotel.
"Saya tahu ini memang murni bencana alam dan bisa terjadi kapan saja. Harapan saya, adalah bagaimana upaya kita semua agar lebih siap menghadapi hal seperti ini melalui SOP yang kita susun bersama. Bahkan kalau bisa dampak bencana ini menjadi potensi bagi kita," katanya.
Selain itu kepada maskapai melalui angkasa pura, PHRI dan insan pariwisata berharap pengumuman penerbangan yang ada di airport bisa di forward melalui media TV, media online dan cetak.
"Sehingga tamu cukup melihat jadwal tersebut dari hotel tempatnya menginap dan tidak terlantar di bandara. Jadi gak numplek di airport," tegasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemberitahuan-penerbangan_20150713_094105.jpg)