Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Citizen Journalism

Serunya Perlombaan Tradisional Menyambut 17 Agustus di Klungkung

Melon dilumuri dengan kecap asin dan juga tepung, sehingga saat digigit banyak peserta yang berpose lucu mencicipi kecap asin dan wajahnya belepotan

Istimewa
Keceriaan lomba menyambut 17 Agustus, HUT Kemerdekaan RI, Senin (3/8/2015) 

Penulis: Budikrista

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Tanggal 17 Agustus 2015, adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Indonesia genap berusia 70 tahun.

Kalau manusia, diusia ke 70 tahun sudah termasuk tua, namun semangat kebersamaan dan jiwa besar para pejuang dulu terasa hingga saat ini.

Terbukti, dengan apa yang dilakupan para Sekehe teruna teruni Widya Pura, Banjar Mergan,Semarapura Klod, Kabupaten Klungkung.

Walaupun HUT RI masih terbilang jauh, namun di sini suasananya sudah terasa.

Dimana, STT setempat menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan tradisional, yang dipusatkan di Balai Banjar setempat.

Kegiatan sudah dilaksanakan sejak hari Minggu kemarin, dan akan berlangsung beberapa hari kedepan.

Berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan di balai banjar Mergan, diantaranya lomba makan kerupuk, lomba lari kelereng, lomba tajog, lomba lari karung bergoyang, lomba air sedekat dan lomba ambil koin.

Pesertanya, tentu sebagian besar berasal dari warga banjar setempat, dan juga banyak dari warga luarpun ikut andil dalam berbagai kegiatan lomba.

“Tidak saja dari sini, namun para pemuda dari Kampung Jawa juga ikut dalam berbagai kegiatan lomba, ini menandakan ke Bhinekaan di Indonesia masih ada dan harus kita pertahankan,” kata Klian Banjar Mergan  Gusti Putu Widiyasa, Senin (3/8/2015).

Dan memang dari dulu rasa toleransi di wilayah ini tetap terjaga atas konsistensi Pecalang adat, kepolisian dan juga dari pihak TNI yang senantiasa mengantisipasi berbagai hal permasalahan di Desa, apalagi wilayah ini banyak juga penduduk pendatangnya.

Berbagai kegiatan lomba dikemas secara menarik dan menyenangkan sehingga hamper semua warga terutama pemuda dan anak-anak ikut perlombaan.

Bahkan, untuk lomba gigit koin adalah lomba yang paling menarik.

Dimana, koin-koin uang kepeng dimasukkan, kedalam buah melon dan kemudian digigit oleh peserta.

Namun, tidak semudah yang dibayangkan, melon terlebih dahulu dilumuri dengan kecap asin dan juga tepung, sehingga saat digigit banyak peserta yang berpose lucu merasakan rasa kecap asin ditambah tepung yang membuat belepotan.

“Tadi itu asin sekali dan rasanya juga jelek, saya hamper muntah merasakannya,” ujar salah seorang peserta gigit koin, Gede Pandu Udayana.

Dia mengaku hanya bisa mendapatkan juara dua, karena tidak kuat merasakan asinnya kecap yang dilumurkan panitia.

Sedangkan untuk lomba kelereng juga banyak diikuti oleh ibu-ibu yang diisi music dangdut dan diharuskan untuk bergoyang sambil gigit sendok yang berisi kelereng.

Dan, saat mereka bergoyang penontonpun langsung riuh menyorakinya.

Lomba tajogpun banyak menarik peserta dan penonton.

Bahkan, saking banyaknya peserta yang ingin ikut berlomba, karena terus digunakan sejumlah tajog yang dibuat khusus oleh panitiapun patah.

Namun, tidak sampai menimbulkan korban luka, karena semua dilakukan atas dasar kesenangan dan semangat menyambut HUT RI ini.

Ketua panitia, yang juga ketua STT Widya Pura, Agus Korry mengaku tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kreatifitas, serta menumbuhkan rasa kebersamaan.

“Kami juga didukung oleh para sponsor yang senatiasa memberikan hadiah untuk peserta lomba, walaupun hadiahnya kecil namun semangat para peserta sangat besar, terbukti bahwa Indonesia sudah dewasa dengan diiringi kedewasaan masyarakatnya,” teran Agus.

Dengan perayaan yang sudah dilakanakan ini akan tetap dievaluasi untuk kedepan bisa lebih berbenah lagi, apalagi nanti di bulan Oktober akan melaksanakan kegiatan ulang tahun.  (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved