Bau Busuk Tercium, Koko Ditemukan Tengkurap Membiru tak Bernyawa
Bau busuk menyeruak dari sebuah kamar kos yang berada di Jalan Raya Sesetan Gang Nanas, Banjar Gaduh, Denpasar, Jumat (7/8/2015) sekitar pukul 15.00
Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bau busuk menyeruak dari sebuah kamar kos yang berada di Jalan Raya Sesetan Gang Nanas, Banjar Gaduh, Denpasar, Jumat (7/8/2015) sekitar pukul 15.00 Wita.
Sekitar empat orang petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar tampak mengeluarkan jenazah Tjiang Yiat Hwa alias Koko (69) yang ditemukan sudah tak bernyawa.
I Wayan Andi Putra (42) pemilik tempat kos tersebut mengatakan, penemuan jenazah tersebut berawal dari bau busuk yang menyeruak dari kamar kos tersebut.
Karena curiga, pemilik kos tersebut kemudian berusaha untuk mencari asal bau busuk itu.
"Setelah diintip ternyata penghuni kos sudah ditemukan tidak bernyawa. Saya juga sempat memanggilnya tetapi ga dijawab. Saya langsung curiga kalau dia meninggal," imbuhnya.
Kata dia, kondisi jenazah saat itu dalam posisi tertelungkup dan bagian tubuhnya sudah membengkak. Sekujur tubuh jenazah juga telah berubah warna kebiruan. Kaget melihat hal tersebut, ia kemudian melaporkannya kepada kepala lingkungan Banjar Gunduh.
(Baca: Bau Busuk Tercium, Koko Ditemukan Tengkurap Membiru tak Bernyawa)
Ia mengatakan, Tjiang Yiat Hwa sudah menghuni kamar kos tersebut sejak lima tahun yang lalu. Namun demikian, ia sendiri tak mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh pria yang di lingkungan tersebur dikenal dengan nama Koko.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nanang Prihasmoko mengatakan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam jenazah warga kelahiran Buleleng ini.
"Kemungkinan besar meninggal karena sakit. Sebab, di kamarnta kami menemukan obat-obatan yang digunakan Tjiang selama masih hidup," katanya.
Ditambahkannya, berdasarkan dari kondisi jenazah saat ditemukan, kuat dugaan pria yang kerap dipanggil Koko ini meninggal sudah lima hari yang lalu.
"Ya ini bisa diketahui karena kondisi tubuhnya. Namun untuk memastikannya kami perlu berkoodinasi dengan tim Forensik dari RSUP Sanglah," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mayat-koko_20150807_205508.jpg)