Ini Permintaan Maaf Terbuka Taman Air Spa dan Tanggapan Netizen
'Sebenarnya tujuannya apa ?? Kok mncari kryawan selain hindu...apa management nya sentimen dgn umat hindu ??'
Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Melalui fan page Facebook akun bernama Taman Air Spa, diunggah ucapan perhomonan maaf pada Kamis (27/8/2015), pukul 17.06.
Taman Air Spa yang beralamat di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali sebelumnya mendapat protes masyarakat Bali lewat media sosial karena postingan lowongan kerjanya.
(Baca Juga Berita Terkait: Postingan Loker Taman Air Spa Menuai Protes Warga Bali, Ini Akibatnya)
Dalam permohonan maaf di dinding facebooknya tersebut dituliskan “Kami, manajemen Taman Air Spa, sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas informasi lowongan kerja kami. Tidak ada sedikit pun kami berpikir untuk menyakiti perasaan umat Hindu.
Menegaskan hal ini, terlampir adalah surat permintaan maaf terbuka dari Manager kami, Wayan Pastini, juga merupakan krama Bali kelahiran Badung, Bali. Sekitar 90% staff kami pun memeluk agama Hindu dan aktif menjalankan berbagai kegiatan agama di lingkungan perusahaan.
Mohon dapat diterima permintaan maaf kami dan terima kasih atas pengertian dan tanggapan positif yang sudah diberikan”.
Permintaan maaf terbuka tersebut mendapat beragam tanggapan dari netizen.
Seperti tanggapan dari akun bernama Antariksa : Tattwam asi... dan karmaphala adalah hal yg mendarah daging dlm diri seorang hindu... smoga tidak terulang lagi... salam damai.
Wira Wayan: Yaaah ternyata nyame hindu wenten nike, seharusnya cek dumun mbok sblm pengumuman itu di publikasi de makecuh marep menek akhirne ibe kel kene masi, mare rame kene mare minta maaf , dasar otak udang.
Dede Permana: Yang sing alih ke kantorne sing be ngidih pelih, tiang sebagai penduduk beragama Hindu sudah memaafkan, ngiring sareng sareng nyage Bali apapun agamamu. Yan be ngusak Bali jeg sing be nak Bali. Suksma
Putu Alit Putu Walaupun dgn alasan utk orang Bali banyak hari Raya/kegiatan Upakara..ttp oràng Bali sngt mampu utk memisahkan waktu kerja dan waktu utk kegiatan Yadnya.
Jd kalau itu alasanya..manajemennya orang2 munafik dan serakah dgn tujuan keuntangan tinggi ..ttp tdk menghormati Taksu Bali dgn sgl upakara Yadnya yg dilaksanakan orang Hindu Bali dgn tulus iklas dgn tujuan Rajegnya Gumi Bali.....manajemen bersangkutan ngerti nggak dgn hal seperti ini....????
Ada juga yang mempertanyakan maksud lowongan tersebut, seperti Ketut Agus Sucipta: Sebenarnya tujuannya apa ??
Kok mncari kryawan selain hindu...apa management nya sentimen dgn umat hindu ??
Pertanyaan Ketut Agus Sucita kemudian ditanggapi oleh akun bernama Rina Nurma: Bpk ayolah berpikir positif,dbalikan byk upacara jd klu smmua yg krja org hindu kan yg lain tdk terhandle,kan kasihan klu ampe yg hindu ga bs off gara2 ga ada pengganti.ayolah positif thinking.
Ada juga semeton Bali yang menjaga positif thinking seperti, Dewa Ayu Saraswati: Berfikir positif aja, mungkin cari yg non Hindu biar bsa ganti shift dgn karyawan Agm Hindu libur saat ada hari raya Hindu.
Ada juga yang menanggapi permintaan maaf terbuka tersebut yang dibuat secara resmi dengan tanda tangan dan cap, tapi tidak menyebutkan nama, Yuda Custum: surat kaleng ne masak sing misi nama ane tanda tangan.
Made Kencana: Mari lebih bijak dan santun dalam hal seperti ini,memang sedikit diskriminasi tapi hambil segi posotivenya,mungkin mencari non hindu biar gampang mereka mengatur schedule karyawan jika ada upacara ke agamaan.jangan sampai kita keras dan saudara kita yg kerja di sana menghadapi masalah kalau sampai terjadi penutupan.
Sebelumnya, bersama Yayasa Hindu Nusantara, sejumlah anggota dan pengurus Cakrawayu Bali dan Badung mendatangi management perusahaan ini.
Mereka pun meminta maaf atas kekeliruan tersebut.
Semoga semuanya berakhir damai dan tidak terulang lagi hal-hal seperti itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/permintaan-maaf-terbuka-taman-air-spa_20150828_122018.jpg)