Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Postingan Loker Taman Air Spa Menuai Protes Warga Bali, Ini Akibatnya

Secara terang-terangan informasi lowongan itu menuliskan bahwa mencari karyawan dan diutamakan selain Hindu.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Cakrawayu Badung dan Bali menggelar audiensi ke Perusahaan Taman Air Spa di Jalan Sunset Road, Kuta, Bali, Kamis (27/8/2015) siang. Audiensi ini dalam rangka meminta keterangam atas postingan berbau SARA di media sosial 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah perusahaan yang tidak sengaja mengunggah informasi lowongan kerja melalui media sosial kembali dikecam oleh masyarakat Bali di media sosial.

Berbagai komentar dilontarkan kepada perusahaan yang saat ini membutuhkan karyawan (diutamakan selain Hindu).

(Baca Juga Berita Terkait: Ini Permintaan Maaf Terbuka Taman Air Spa dan Tanggapan Netizen)

Adalah Taman Air Spa, sebuah perusahaan swasta di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali yang saat ini sedang mencari karyawan driver untuk perusahaannya.

Begitu postingan tersebut termuat di media sosial, ratusan bahkan ribuan pengguna facebook, khususnya yang bergama Hindu ramai-ramai mengomentari dan men-share postingan itu.

Postingan yang membuat masyarakat Hindu di Bali geram karena dalam salah satu syarat yang tertulis dalam info lowongan itu dinilai berbau SARA.

Benar saja, secara blak-blakan informasi lowongan itu menuliskan bahwa mencari karyawan dan diutamakan selain Hindu.

Hampir di semua grup di media sosial di Bali terlihat ramai membicarakan postingan itu.

Pasalnya, sebelumnya sejumlah perusahaan khususnya swasta juga ada yang memposting hal serupa.

Namun, waktu itu pihak perusahaan sudah meminta maaf kepada khalayak atas ketidaksengajaan itu.

Kali ini, barangkali masyarakat Bali semakin marah akibat munculnya postingan yang hampir sama.

Kepada Tribun Bali, Human Resources Developmen (HRD) Taman Air Spa, Gus Suranata alias Gusur meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat khususnya di Bali atas kekeliruannya.

Dia benar-benar mengaku tidak bermaksud untuk menimbulkan keresahan di kalangan umat Hindu.

"Kami mohon maaf atas postingan tersebut. Sama sekali kami tidak berniat demikian. Itu hanya keleliruan saja. Kami segera akan melakukan permohonan maaf melalui media media lokal," ujar Gusur saat dimintai keterangan, Kamis (27/8/2015).

Dia juga mengatakan, soal postingan tersebut ternyata tidak sengaja di upload ke media sosial, melainkan ada orang yang memfoto di dinding dan kemudian di upload ke facebook.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved