Bali United Pusam
Di Balik Kerauhan Sulendra, ada Ratusan Makhluk Gaib Penghuni Stadion Dipta
Ia menuturkan, sejatinya ada tiga tempat yang sebelum pertandingan harus dihaturkan sesaji. Pertama adalah di Pura Subak Parekan, kedua di dalam
Penulis: I Putu Darmendra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Ia pun membuka mata. Ia lalu berbicara dengan orang di sekitarnya.
Jero Rupawan juga mengajak Sulendra berbincang.
Ini dilakukan guna memastikan bahwa Sulendra sudah dalam kondisi sadar betul.
"Saya ajak ngobrol dia untuk memastikan apa dia sudah sadar. Kejadian itu mengingatkan kita agar kita selalu menjaga keseimbangan antara alam bawah dan alam atas," katanya.
Kejadian malam itu membuat Jero Rupawan masih bertanya.
Sesampai di rumah ia mencoba mencari tahu apa penyebabnya.
Setelah bersemedi, jawaban itu lalu berhasil didapatkan.
Ia menuturkan, sejatinya ada tiga tempat yang sebelum pertandingan harus dihaturkan sesaji.
Pertama adalah di Pura Subak Parekan, kedua di dalam stadion, ketiga di pertigaan jalan yang menghubungkan stadion dan pura.
Tiga tempat itu ibarat penjaga alam niskala saat pertandingan berlangsung.
"Ada pertigaan jalan, yang menghubungkan pura dan stadion. Di sana ada rerencangan Ida Bhatara yang selama ini luput dari perhatian. Mereka ingin menujukkan bahwa mereka ada dengan cara masuk ke tubuh Nengah," jelas Jero Rupawan.
Hanya ada seutas kalimat yang dikatakan Sulendra.
Jero Rupawan mengartikan bahwa rerencangan ingin dikembalikan.
Di Stadion Dipta, kata dia, dipenuhi energi mistis.
Empat penjuru mata angin masing-masing ada penghuninya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jero-rupawan_20150909_101912.jpg)