Bali Bisa Masuk 3 Besar Dunia sebagai Tujuan Bulan Madu
“Untuk Ubud misalnya, kita memang mengarahkan ke wisatawa honeymoon, apalagi Ubud dipakai juga untuk syuting Eat, Pray and Love,” katanya.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM. DENPASAR - Ketua Harian Bali Wedding Association (BWA), Marcelino Wauran mengatakan, Bali memiliki potensi masuk tiga besar sebagai destinasi honeymoondi dunia.
Hanya saja memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak kompetitor dengan harga kompetitif dan wisata unik di negara tetangga.
“Ini juga terkait dengan harga tiket yang murah, sehingga turis asing memilih lokasi yang dekat dengan negaranya,” kata Ketua Harian Bali Wedding Association (BWA), Marcelino Wauran, Kamis (9/10/2015).
Untuk itu, ia mengimbau pemerintahan untuk semakin menggencarkan iklan dengan opsi yang bervariatif.
“Misalkan saja adanya promosi saluran iklan melalui channel televisi kabel atau situs online dunia, sehingga bisa dilihat banyak orang,” katanya.
Sementara untuk pihak swasta, ia menyarankan agar bisa berkomitmen, konsisten dan tetap menjaga kondusifitas pariwisata di Bali.
Sementara itu, Ketua PHRI Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati, membenarkan bahwa dari 3,6 juta wisatawan ke Bali pada tahuh 2014, dengan beberapa di antaranya datang untuk berbulan madu.
“Untuk Ubud misalnya, kita memang mengarahkan ke wisatawa honeymoon, apalagi Ubud dipakai juga untuk syuting Eat, Pray and Love,” katanya.
Pria yang kerap disapa Cok Ace ini mengatakan bahwa tujuan honeymoon ke Ubud untuk wisatawan asing masih didominasi wisatawan asal India, Australia dan Jepang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bulan-madu-honeymoon_20150911_144725.jpg)