Ini Nyoman Astika, Transmigran Asal Bali Tewas Dipenggal di Kebun Cengkeh
Tiga orang yang sebelumnya menemui Astika mencuci tangan dan kapak yang telah berlumuran darah di loyang yang kebetulan lokasinya berdekatan
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Dua orang dari mereka menyeret Kantri menjauh dari pondoknya.
Sedangkan tiga orang lain yang bersenjata mendatangi Astika.
Selang beberapa menit kemudian, tiga orang yang sebelumnya menemui Astika mencuci tangan dan kapak yang telah berlumuran darah di loyang yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan Kantri.
Sehabis mencuci tangan, seorang di antaranya memperingatkan Kantri agar tidak turun ke rumahnya dan melaporkannya ke aparat.
Mereka pun lantas meninggalkan nenek ini bersama mayat Astika yang sudah dalam kondisi tanpa kepala.
Pukul 20.00 Wita, Kantri memberanikan diri turun ke rumahnya yang ditempuh selama 12 jam dengan berjalan kaki.

Sesampainya di rumah, ia menceritakan ke tetangga-tetangganya dan aparat kepolisan dan TNI.
Keesokan harinya, mereka bersama-sama naik ke kebun dan menemukan mayat Astika masih tergeletak di bawah pohon durian.
Mayat Astika lantas dibawa ke RSUD Parigi Moutong dan pada Selasa (15/9/2015) dikuburkan.
Sampai saat ini kepala Astika masih belum dapat ditemukan.
“Rencana hari ini (Selasa) akan dikubur di Sulawesi sana. Tapi tidak diupakarai secara Hindu karena kepalanya masih belum ditemukan. Hanya dikubur biasa saja. Nanti kalau kepalanya sudah ditemukan baru diupakarai,” katanya. (*)
Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-astika_20150916_100926.jpg)