‘Ayo Naik Bus Biar Nggak Macet’, 2 Trayek Baru Beroperasi Mulai Hari Ini
Bus pun melaju dari Kantor Dishubkominfo menuju Krobokan yang merupakan bagian dari rute Lebih-Sanur-Teuku Umar Barat.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Narendra Priandari gugup tatkala diminta untuk memperagakan cara menyapa penumpang di dalam bus Trans Sarbagita Koridor 8, Kamis (17/9/2015).
Pramujasa Bus Trans Sarbagita ini pun mulai mempraktikkan saat perjalanan perdana peluncuran Koridor 8.
"Selamat siang. Selamat datang di dalam Bus Trans Sarbagita. Bus ini dengan tujuan dari Lebih menuju Teuku Umar Barat," ucap Narendra, gadis tamatan SMK PGRI 2 Denpasar ini.
Mendengar itu, spontan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta yang meminta agar mempraktikkan sapa pramusaji ini pun mengoreksinya.
"Sudah bagus, tetapi coba sapaan itu ditambahi salam Om Swastyastu sebagai pembukanya," ujar Sudikerta.
General Manager Damri Bali, I Made Suma Artika pun meresponnya.
"Baik Pak, kami akan perbaiki itu. Terlebih ini untuk meng-ajeg-an Bali," tanggapnya lalu senyum.
Peluncuran Bus Trans Sarbagita Koridor 8 rute Tabanan-Mengwi-Bandara Ngurah Rai dan rute Lebih-Sanur-Teuku Umar barat, digelar Kamis (17/9/2015) kemarin di Lapangan Dishubkominfo Provinsi Bali.
Usai acara simbolis, Sudikerta bersama sejumlah pejabat Pemprov Bali dan Perum Damri mencoba bus tersebut.
“Saya ingin tahu dalam bus bagaimana? Yuk kita coba trayeknya,” ujar Sudikerta kepada supir bus, Kadek Agus Amerta.
Bus pun melaju dari Kantor Dishubkominfo menuju Krobokan yang merupakan bagian dari rute Lebih-Sanur-Teuku Umar Barat.
Bus pun melaju melalui Jalan Teuku Umar, ke Jalan Imam Bonjol kemudian ke Jalan Gunung Soputan hingga tembus di perempatan Jalan Mahendradatta.
Bus Trans Sarbagita yang dioperasikan Perum Damri ini sedikit berbeda dibanding bus Trans Sarbagita sebelumnya.
Tempat duduk terlihat lebih menarik dengan setengah lingkaran di tempat senderannya, sedangkan bus lama berbentuk kotak.
Bus ini juga terdapat tiang kuning untuk menyangga penumpang yang berada di pojok kanan kiri penumpang, namun dalam bus lama tidak ada.
Berbedanya juga, bus ini terdapat dua pintu samping sekaligus.
Ada juga yang berbeda dari desain luar bus yang berisi sticker ajakan "Ayo Naik Bus Biar Nggak Macet".
Direktur Teknis Perum Damri Bagus Wisanggeni mengatakan, secara keseluruhan tak ada beda dengan bus sebelumnya yang ada di koridor 2.
"AC, tempat duduk, tempat gantung tangan masih sama," ujar Bagus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/narendra_20150918_122928.jpg)