Inspirasi
Dari Tukang Cuci Piring, Nengah Natya Menjelma Jadi Pebisnis Sukses
Owner Coco Mart, Nengah Natya, punya kisah menarik dalam perjalanan bisnisnya. Siapa sangka, pengusaha asli Sidemen, Karangasem ini dulunya adalah
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Saat tamat SMA di Klungkung, ia ditinggalkan orangtua yang kala itu berprofesi sebagai petani dan pedagang.
“Saat itu, saya memutuskan kembali ke Karangasem. Namun setahun berlalu, kok rasanya gak enak, akhirnya saya hijrah ke Denpasar dan menimba ilmu di Nusa Dua,” ucapnya.
Ternyata pilihannya tepat, sebab setelah merantau ia mendapatkan banyak inspirasi termasuk dalam bidang bisnis.
Setelah bekerja sebagai steward, waiter dan lainnya untuk menimba ilmu dan menempa diri.
“Jangan pernah malu dengan pekerjaan apapun, nikmati saja, hasilnya pasti datang,” imbuhnya.
Selama perjalanan bisnis, selalu ada batu sandungan yang menjadi hambatan dan kendala.
Tak punya modal, ia memberanikan diri meminjam uang ke sana kemari demi membangun bisnisnya.
“Awalnya saya sempat bisnis retail, dagang baju brand luar negeri dan mencoba peruntungan dalam bidang restoran,” ucapnya.
Semua dilakukan dengan senang dan tulus ikhlas, tanpa rasa mengeluh akan keadaan yang kadang pasang surut.
Termasuk kendala ketika terjadi BOM Bali I dan II beberapa tahun silam.
“Waktu itu bisnis sempat gonjang ganjing tapi tidak sampai kolaps sih,” tuturnya.
Sebab kebutuhan masyarakat, khususnya wisatawan asing turun drastis terhadap pariwisata di Bali.
Sehingga mempengaruhi semua sektor termasuk bisnis yang ada di Bali.
Sejauh ia berbisnis, tak ada target khusus yang ingin dicapai.
Ia hanya ingin bisa membuka lapangan kerja di Bali dan memajukan bisnisnya demi masa depan yang lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/nengah-natya_20150921_130546.jpg)