150 Peserta Indonesian Cyber Army Unjuk Gigi di STIKOM Bali
Acara ini dihadiri oleh 150 peserta lomba di seluruh Indonesia yang berkompetisi di Aula STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Kamis, (1/10/2015).
Laporan Wartawan Tribun Bali, Luh De Dwi Jayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - STIKOM Bali kini menjadi tuan rumah Indonesian Cyber Army yang ke-4.
Acara ini dihadiri oleh 150 peserta lomba di seluruh Indonesia yang berkompetisi di Aula STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Kamis, (1/10/2015).
Agus Setiawan, Ketua ICA mengatakan ini merupakan ajang ke-4 perhelatan Indonesian Cyber Army setelah tahun sebelumnya diselenggarakan di Sumatera Utara, Samarinda, Makassar dan kini di Bali.
Ia mengatakan acara yang berlangsung selama dua hari 1-2 Oktober sangat diperlukan di Indonesia mengingat jebolan lomba ini sudah menjadi orang yang hebat di dunia cyber.
"Ini sekarang sudah menjadi penyelenggaraan ICA dan ada yang sudah menjadi dosen," imbuhnya.
Prof. Zainal Hasibuan selaku keynote speaker menjelaskan bahwa Indonesia kini mengalami tantangan dalam dunia cyber.
"Ini merupakan salah satu ajang untuk membangun negara. Ke depannya harus ada ahli IT di setiap pemerintahan untuk menjamin keamanan informasi," tutur Prof. Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer Aptikom ini.
Zainal menyayangkan ada dua daerah yang belum ada perwakilan lomba ICA yaitu Aceh dan Papua.
"Padahal dua wilayah itu merupakan pintu masuk Indonesia yang sangat penting untuk pertahanan negara. Semoga tahun depan mereka bisa ikut," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peserta-indonesian-cyber-army-ke-4_20151001_140330.jpg)