Tapakan Rangda Meregang Nyawa
Ternyata Ini yang Terjadi Sebelum Trisna Tertusuk saat Pentas Calonarang
Pementasan calonarang ini, kata dia, memang yang pertama kali digelar semenjak pura dengan nama lengkap Pura Suwegina Sari Jati Luwih ini dibangun
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRUBUN-BALI.COM, NEGARA - Seperti hari-hari biasanya warga di sekitar Pura Jati Luwih, Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali tampak sibuk dengan aktivitas di rumahnya masing-masing.
Namun, raut wajah mereka berubah menjadi tegang ketika melihat petugas dari Polres Jembrana dan Polsek Mendoyo mendatangi lokasi tertusuknya tapakan rangda I Komang Trisna Para Merta (14), Senin (12/10/2015).
(Baca Berita Terkait: Sempat Ditusuk Keris Saat Nyalonarang, Remaja di Jembrana Meregang Nyawa)
"Kurang tahu persis kejadiannya pak, tahu-tahu rangda-nya sudah dilarikan ke pura. Sebelumnya kami memang tidak ada firasat buruk apapun. Setelah kejadian itu juga biasa saja, tak ada kejadian aneh," ungkap Gede Wirama (45), warga yang rumahnya tepat berada di bawah Pura Jati Luwih ketika ditemui Tribun Bali, Jumat (16/10/2015).
(Baca Berita Terkait: Beda dari Keterangan Keluarga, Ini Hasil Autopi Sementara Tapakan Rangda)
Sejumlah warga sekitar juga sempat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi pukul 12.45 wita.
Warga pun mulai ramai dan mengerumuni jalan ketika petugas menggelar olah TKP di sekitar pura.
Sejumlah titik-titik adegan penusukan hingga ke areal dalam pura juga tampak ditandai oleh tim identifikasi dari Polres Jembrana.
Ditemui di lokasi olah TKP, Ketua Panitia Karya Jelih Mepala Gembal Pura Jati Luwih, I Ketut Sumantra (64), mengatakan, awalnya perwakilan dari Sekaa Calonarang almarhum Trisna cs ini sempat dua kali mendatangi panitia karya, yakni Jumat (2/10/2015) dan Sabtu (10/102015) lalu.
Mereka datang guna menawarkan diri Ngaturang ayah mementaskan calonarang saat karya berlangsung Senin (12/10/2015).
Namun, kata dia, permintaan tampilnya calonarang ini sempat diperdebatkan oleh panitia karya.
Pasalnya, selain minimnya dana karya, juga dipertimbangkan dari segi acara yang terbilang angker dengan mengadakan calonarang.
Karena Sekaa ini bersikeras dan tidak meminta biaya sepeserpun, akhirnya panitia luluh dan mengizinkan pementasan calonarang berlangsung pada Senin (12/10/2015) malam, pukul 24.00 wita.
"Awalnya memang sudah menjadi perdebatan dan kami tolak. Tapi mereka bilang tidak minta biaya, cukup disediakan tempat saja karena niatnya ngaturang ayah. Tiang juga sudah tanya siapa yang bertanggung jawab sekala - niskala dan katanya mereka yang akan tanggung jawab," ungkapnya.
Pementasan calonarang ini, kata dia, memang yang pertama kali digelar semenjak pura dengan nama lengkap Pura Suwegina Sari Jati Luwih ini dibangun semenjak tahun 1976 silam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/alm-i-komang-trisna_20151016_093415.jpg)