Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Music Zone

Rollfast, Band Lokal Bali Ini Ciptakan Lagu Tentang Sifat Manusia

Rollfast, band beraliran psychedelic asal Bali merilis album perdana mereka berjudul Lanes Oil, Dream is Pry. semua merepresentasikan sifat manusia

Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Irma Yudistirani
Istimewa untuk Tribun Bali
Personel Rollfast: Agha Praditya (vocal), Gungwah Brahmatia (guitar), Bayu Krisna (guitar), Aan Triandana (bass), Ayrton Maurits Willem (drum). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rollfast, band dengan aliran psychedelic asal Bali merilis album perdana mereka berjudul Lanes Oil, Dream is Pry.

Album yang berisi 10 lagu ini, semua merepresentasikan sifat-sifat yang dimiliki oleh manusia.

Dalam album ini lagu-lagu yang diciptakan mengambil berbagai ekspresi perasaan yang ada, berupa kesedihan, kebahagiaan, cinta, frustasi dan kejadian yang tampak di sekitar lingkungan manusia.

Kesepuluh lagu yang Rollfast suguhkan dalam lagu ini, antara lain Falsome, Rules of Wealth, The Death Stare, Multiple Desert, Baby 69, Electric Illuminators, Bleach I, Nudetilt, Destination: Death, Bleach II.

(Rollfast Road Trip ke Malang dan Surabaya Untuk Merilis Album Perdananya)

Ada 3 materi dari 10 lagu tersebut yang diambil dari EP yang sudah pernah mereka keluarkan beberapa waktu lalu.

Tema lagu yang mewakili sifat-sifat manusia ini dirasa lebih membumi, karena mewakili berbagai ekspresi perasaan manusia seperti kebahagiaan, cinta hingga kesedihan.

Untuk prosesnya, band yang digawangi Agha Praditya (vocal), Gungwah Brahmantia (guitar), Bayu Krisna (guitar), Aan Triandana (Bass) dan Ayrton Maurits Willem (drum) ini menggarap album sekitar dua tahun lamanya.

Proses rekaman sendiri dilakukan di Artsounds Studio Jakarta secara live recording selama 12 jam hingga rampung.

"Feel-nya lebih dapat saja direkam secara live seperti ini. Tapi kami akui, karena tidak bawa engineer, ada part-part yang kurang maksimal untuk dapat efek live-nya," ujar Gungwah, sang gitaris.

Menurut Gungwah, sebenarnya untuk efektifnya sudah dikerjakan per 2014.

Namun, yang membuat memakan waktu lama adalah proses mixing dan mastering yang terpaksa tertunda dan baru bisa terealisasi dua bulan lalu.

Dalam album ini, ada dua lagu bleach yang mereka tampilkan, namun dikemas berbeda.

Menurut mereka lagu Bleach I adalah sebagai fase awal.

Dan di lagu Bleach II, mereka menggandeng musisi lain yakni Marlies Koopman, yang memberikan sentuhan lain di lagu tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved