Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Menyeramkan, Kekerasan Seks Perempuan dan Anak Melonjak 100% di Denpasar

Mencengangkan. Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan mengalami lonjakan tajam dalam beberapa tahun terakhir di Kota Denpasar.

Penulis: Edi Suwiknyo | Editor: Irma Yudistirani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan mengalami lonjakan tajam dalam beberapa tahun terakhir di Kota Denpasar.

Bahkan, dari tahun 2013 ke tahun 2014, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar mencatat terjadinya lonjakan kasus kekerasan seksual hingga hampir 100 persen.

Selama tahun 2013, jumlah kasus kekerasan seksual yang ditangani Polresta Denpasar sebanyak 13 kasus, dan selama 2014 bertambah menjadi 25 kasus.

Catatan kasus serupa di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar juga menunjukkan tren peningkatan.

(Kasus Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Sulit Terkuak, Ini Penyebabnya)

P2TP2A mencatat, sejak tahun 2012 hingga tahun 2015 ini, kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang ditanganinya terus meningkat.

Pada tahun 2012 sebanyak 7 kasus, tahun 2013 sejumlah 9 kasus, dan 2014 sebanyak 13 kasus.

Ada peningkatan kasus hampir 45 persen dari tahun 2013 ke tahun 2014.

“Di tahun 2015, hingga bulan September sudah mencapai 16 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan,” demikian data di P2TP2A Denpasar yang diperoleh Tribun Bali pekan ini.

P2TP2A adalah lembaga pelayanan yang dimiliki Pemkot Denpasar.

P2TP2A menangani masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta untuk memenuhi hak-hak mereka sesuai dengan hukum dan standar pelayanan minimal.

(Ahli Seksologi Menilai, Kebiri Untuk Pelaku Seks Tidak Dapat Membuat Jera)

Sedangkan PPA adalah suatu unit di kepolisian yang berada di bawah fungsi Satuan Reskrim (Reserse Kriminal).

Tugas PPA memberikan pelayanan dalam bentuk perlindungan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kejahatan, serta penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana terhadap perempuan dan anak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Denpasar, Komisaris Polisi (Kompol) Reinhard Habonaran Nainggolan mengakui angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan cenderung meningkat di wilayah hukum Kota Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved