Wanapeling Batur: Bali Miliki Prinsip Nyegara Gunung, Alam Harus Dijaga
Acara tersebut dimulai dengan melakukan persembahayangan di Pura Ulun Danu Batur, kemudian dilanjut dengan aksi bersih-bersih dan pemasangan baliho.
Penulis: Putu Candra | Editor: gunawan
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - LSM Wahana Peduli Lingkungan (Wanapeling) Batur, menggelar acara pemungutan sampah plastik dan pemasangan baliho Tolak Reklamasi di Pura Batur, Kintamani Bangli pada Selasa (10/11/2015). Acara yang dimulai pukul 09.00 diikuti oleh puluhan pemuda Batur.
Acara tersebut dimulai dengan melakukan persembahayangan di Pura Ulun Danu Batur, kemudian dilanjut dengan aksi bersih-bersih dan pemasangan baliho.
"Kami sadar sampah plastik mengancam kehidupan manusia di masa depan sehingga Kami melakukan kegiatan kecil ini sebagai sumbangsih kami kepada lingkungan,” ujar Ketua LSM Wanapeling Batur, Yogi, Selasa.
Selain bersih-bersih, mereka juga memasang satu buah baliho Tolak Reklamasi yang dipasang dengan letak posisi di depan Kantor Camat Batur Utara.
"Hari ini kami melakukan aksi solidaritas terhadap gerakan yg ada di Bali Selatan untuk menolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa ," ungkapnya.
Bentuk solidaritas ini dipandang perlu, mengingat proyek reklamasi seluas 700 ha ini dilakukan di Teluk Benoa yang awalnya merupakan kawasan konservasi dan juga teluk tersebut merupakan kawasan suci.
"Kami tentu sudah pelajari dampaknya, dan yang paling terpenting, kami di Batur ini juga memiliki sebuah danau yang juga memiliki nilai konservasi dan tidak ingin juga suatu saat dieksploitasi," terangnya.
"Kami berharap tidak terjadi kerusakan lagi seperti kasus reklamasi di Pulau Serangan, kita harus belajar dari masa lalu," ujarnya.
I Putu Sucipta, sekretaris Wanapeling menyampaikan bahwa Bali memiliki prinsip nyegara gunung sehingga alam Bali harus dijaga dengan konsep keseimbangan.
"Kami dari pegunungan menolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa, karena proyek reklamasi Teluk Benoa akan memberikan dampak negatif bagi pulau bali. Kami percaya konsep nyegara gunung sehingga harus menjaga kelestarian gunung dan pesisir di Bali" ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh pihak ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa). "Kami sangat mengapresiasi kawan-kawan Wanapeling yg ikut menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa" ujar Miasa selaku perwakilan ForBALI yg hadir.
Disinggung mengenai acara bersih-bersih sampah plastik, Miasa menegaskan ini sebagai bentuk kerja tulus ikhlas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bersih-pura_20151110_224312.jpg)