Gadis 14 Tahun Bangga Kalau Orang Bali Bisa Gambar Wayang Bali
Gadis berusia 14 tahun ini mengaku bangga sebagai orang Bali. Ialah Putu Dea Indah Kartini, peserta melukis wayang di Lapangan Renon.
Laporan Wartawan Tribun Bali, AA Gde Putu Wahyura
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gadis berusia 14 tahun ini mengaku bangga sebagai orang Bali.
Ialah Putu Dea Indah Kartini, peserta melukis wayang di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (22/11/2015).
Ia mengaku bangga karena bisa menggambar lukisan tradisional seperti Wayang.
Dea tampak antusias mengikuti kegiatan pelatihan seni tari, lukis, tabuh, dan sastra Bali yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Ia menganggap hal ini penting untuk menambah wawasan bagi anak-anak muda di Bali.
"Pertama saya memang suka gambar tetapi gambar modern. Terus mau coba aja yang klasik, sekalian juga melestarikan budaya Bali, kan jarang orang bisa gambar gini," ujar gadis yang duduk di bangku SMP ini.
Semenjak mengikuti pelatihan ini, ia sudah memiliki lukisan yang bisa dipajang di ruang tamu rumahnya.
"Saya sekarang sudah punya gambar wayang besar untuk pajangan rumah. Bangga dan senang aja rasanya kalau orang Bali bisa gambar wayang Bali sendiri," ujar gadis yang sudah satu tahun mengikuti pelatihan di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Ada yang berpendapat sama seperti Dea.
Yakni sejumlah orangtua yang mengantar anaknya.
Mereka mengaku senang dengan diadakannya kegiatan ini.
"Tentu saya sebagai orangtua berterima kasih sekali Keberlangsungan budaya Bali itu dididik melalui filosofi daripada wayang itu sendiri. Apalagi dengan masuknya globalisasi ini perlu diberikan keseimbangan. Jadi bukan hanya masuknya teknologi, tetapi kehidupan dan filosofi pewayangan ini. Sebab meningkatkan budi pekerti anak-anak," ujar Ngurah Sudarshana.
Ia juga berharap supaya pemerintah melaksanakan kegiatan perlombaan terkait seni tari, lukis, tabuh, dan sastra Bali untuk merangsang minat anak-anak sekarang.
"Kita lihat itu pengaruhnya sangat luar biasa, paling tidak akan memberi memori otaknya bahwa wayang itu timbul di kehidupannya. Maka acara seperti ini perlu diberdayakan kembali, sehingga anak-anak menjadi termotivasi," ujar pria yang tinggal di Br. Lebah, Sumerta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anak_20151122_135648.jpg)