Piala Jenderal Sudirman
Semeton Dewata: Serdadu Tridatu Bermain Tanpa Ruh, Jangan Sungkan Mengakuinya Indra Sjafri
Piala Jenderal Sudirman 2015 bukan turnamen yang bersahabat bagi Bali United.
Penulis: Marianus Seran | Editor: Irma Yudistirani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Piala Jenderal Sudirman 2015 bukan turnamen yang bersahabat bagi Bali United.
Empat kali bertanding, Bali United tak pernah menuai satupun kemenangan.
Beruntung operator memberlakukan sistem adu penalti yang akhirnya mengantarkan Bali United menang atas Persipura Jayapura 5-2 dari skor normal 1-1.
Dua kali pertandingan Bali United menuai dua kali kekalahan.
Pertama ditaklukan Mitra Kukar 0-1 dan dihajar Semen Padang 0-2.
Praktis skuat Serdadu Tridatu ini harus menutup arena Stadion Kapten I Wayan Dipta lebih awal.
Di laga pamungkas Bali United kembali tak mampu mencetak kemenangan di waktu normal.
Para striker mereka tak mampu mencetak satupun gol, padahal peluang begitu banyak.
Mereka harus bermain imbang 0-0 di waktu normal.
Serdadu Tridatu akhirnya bisa menang di 4-1 laga adu penalti berkat kiper Bali United Dicky Indriyana yang tampil sebagai pahlawan.
Kiper 18 tahun ini mampu menangkap secara sempura dua tembakan pemain asing PSM Makassar.
Bila melihat statistik dua turnamen yang diikuti Bali United sebelumnya, yakni SoJC Banyuwangi dan Piala Presiden, penampilan di Piala Sudirman ini malah terperosok.
Dari statistik tersebut ada beberapa faktor yang mengakibatkan Bali United harus tersingkir lebih cepat di event ini.
Mau tak mau, kehilangan Sultan Samma dan Sandy Darman Sute mempengaruhi buruknya lini serang.
Hal tersebut diakui striker Bali United, Lerby Eliandry.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bali-united_20151130_175528.jpg)