Menteri Susi di Bali: ‘Tidak Boleh Berpikir Bisnis Tanpa Berpikir HAM’
Susi menyampaikan masih banyak perlakuan buruk yang terjadi, seperti perdagangan dan penyelundupan manusia.
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menyampaikan bahwa dalam penangkapan ikan, kerap terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terutama oleh kapal-kapal asing.
"Kita juga harus ingat bahwa dari beberapa pengalaman kita selama setahun ini, banyak pelanggaran HAM di bidang penangkapan ikan, terutama oleh kapal-kapal asing yang berbendera apa saja," kata Susi dalam acara pertemuan Western Central Pasific Fisheries Commision (WCPFC) ke 12 di Kuta, Badung, Bali, Kamis (3/12/2015).
Susi menyampaikan masih banyak perlakuan buruk yang terjadi, seperti perdagangan dan penyelundupan manusia.
Selain itu, pelanggaran yang terjadi terkait hak pekerja yang sering tidak diperhatikan.
"Saya ingatkan kepada kita semua bahwa negara-negara modern dan beradab tidak boleh lagi berpikir bisnis tanpa berpikir untuk hak asasi manusia," ungkapnya.
Dalam pertemuan Western Central Pasific Fisheries Commision (WCPFC) di Bali ini membahas terkait conservasi dan management measure baik soal pelaksanaannya, usulan perubahan yang telah diadopsi maupun usulan yang diajukan negara anggota. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/susi-pudjiastuti_20151030_181112.jpg)