Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pura Taman Bubunan Terancam Terendam Banjir Saat Hujan

Terlebih ketika musim penghujan, kawasan tersebut selalu langganan banjir setiap tahunnya.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Perebekel Bubunan, Ketut Sudarmawan Duniaji (kiri) bersama Made Sarjana menunjukkan parit Pura Taman Bubunan yang tidak dapat mengalir karena sungai Puluran yang dangkal, Selasa (8/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dua orang petani duduk bersimpuh di pinggir sawah, tidak jauh dari Pura Taman, Banjar Taman, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, Selasa (8/12/2015).

Sebuah traktor dibiarkan dalam kondisi mesin masih menyala di tengah sawah seluas 60 are tersebut.

Seorang petani, Made Sarjana mengatakan, kualitas tanah sawah yang digarapnya kini sangat buruk usai hujan mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

Air hujan yang menggenang di sawah tidak dapat mengalir dengan baik karena irigasi tidak berfungsi.

“Traktornya kelelep, lumpur semua ini nggak bisa, karena airnya nggak bisa mengalir,” ujarnya.

Tidak berfungsi saluran irigasi ini karena semakin dangkalnya sungai Puluran di Banjar Taman tersebut, sehingga air di dalam sungai itu hanya menggenang dan tidak mengalir.

Terlebih ketika musim penghujan, kawasan tersebut selalu langganan banjir setiap tahunnya.

Bahkan banjir juga sering kali merendam area Pura Taman yang termasuk Pura Kayangan Tiga ini.

Mengingat air di parit pura tersebut menggenang dan tidak bisa mengalir karena Pungai Puluran yang dangkal.

“Kalau hujan, ini naik (air paritnya), puranya ikut terendam kalau banjir,” katanya.

Perebekel Bubunan, Ketut Sudarmawan Duniaji mengatakan, meski sebagian sungai Puluran yang dangkal telah dikeruk Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, tetapi sebagian lainnya masih dangkal karena belum dikeruk.

Selain dangkal, sungai di kawasan Banjar Taman itu menyempit karena terhalang bangunan rumah warga, dan belum disender.

Ia mengaku telah sepakat dengan warga yang memiliki bangunan di atas sungai untuk segera membongkarnya.

Setidaknya ada sekitar satu kilometer sungai yang dangkal dan belum disender.

Meski begitu, ia masih belum mengetahui ke mana harus mengajukan proposal permohonan pembangunan senderan maupun pengerukan.

“Ini masih belum dipastikan, wilayahnya siapa, kabupaten atau mana. Karena itu kami minta petunjuk ke mana harus mengajukan dan kita bawa ke mana ini agar Pura Taman kami tidak terbenam air,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved